Archive for the Category »Event «

Starbucks adalah salah satu merk yang banyak dibahas Hermawan Kartajaya di Surfing The New Wave Marketing. Dari mulai brandnya, produknya, manajemen pelanggannya, sampai para petani kopinya. Salah satu bahasan yang menarik perhatianku adalah bagaimana Starbucks memberikan “The Starbucks Experience” secara menyeluruh, mulai dari sapaan saat memasuki ruangan dan mencium aroma kopi, hingga ambience yang mendukung saat pelanggan bersantai dan hang out bersama teman. Ah ya.. jadi ingat, udah lama aku pengin baca buku “The Starbucks Experience”, tapi sampai sekarang belum terwujud.
Cerita tentang bagaimana memberikan pengalaman kepada pelanggan itu mengingatkanku pada hal yang telah dilakukan perusahaan tempat aku bekerja saat ini. Untuk memberikan pengalaman menggunakan internet yang menyenangkan, maka sejak tahun 2004, Telkom telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan internet secara gratis kepada semua lapisan masyarakat, dari mulai anak sekolah (Program Internet Goes to School), ibu-ibu arisan, instansi pemerintah dan swasta, sampai ke para anggota TNI dan Polri. Pada tahun-tahun awal program, akses internet yang digunakan masih dial up Telkomnet Instan. Setelah Speedy mulai beroperasi, maka para peserta pelatihan pun diberi kesempatan untuk mengenal dan mencicipi akses internet broadband tersebut.
Seiring dengan berkembang pesatnya Web 2.0 yang ditandai dengan meningkatnya pengguna blog dan layanan social networking, maka Telkom pun melakukan penyesuaian materi pelatihan. Sejak pertengahan tahun 2009, Telkom Bandung membuat program pelatihan internet yang berbeda. Salah satunya adalah “Blog Vaganza”, sebuah program pelatihan internet yang ditujukan untuk pelajar SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Bandung, dengan taglinenya yang provokatif “Jangan Ngaku Anak Bandung Kalo Belum Go Blog”. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Blog Detik, Detik.com, dan salah satu vendor komputer Axioo, Telkom Bandung mendatangi sekolah-sekolah itu dengan membawa puluhan laptop, dan memberikan pelatihan bagaimana menggunakan dan memanfaatkan Facebook dan blog, secara gratis. Pelatihan internet ini dimasukkan ke dalam mata pelajaran dengan mengambil waktu sebanyak 2 jam pelajaran atau 2 kali 45 menit. Blog Vaganza diadakan selama dua hari di tiap sekolah, di mana per harinya ada 4 kelas yang selalu penuh diisi siswa/siswi yang ingin belajar. Setelah kelas untuk siswa selesai diadakan, biasanya akan diadakan satu kelas khusus untuk para guru sekolah tersebut. Kegiatan ini mendapat liputan dari Detik.com. Setelah para siswa/siswi dan guru itu merasakan bahwa Speedy memang merupakan akses internet dengan “Speed that you can trust”, mereka kemudian akan tertarik untuk menjadi pelanggan Speedy. Sebagai wujud kepedulian kepada dunia pendidikan, Telkom Bandung pun kemudian memberikan harga spesial kepada komunitas ini.
Selain kepada para siswa dan guru, Telkom Bandung pun mengadakan pelatihan internet untuk komunitas lain. Yang selama ini sudah pernah dilaksanakan adalah untuk komunitas ibu rumah tangga, perkumpulan istri karyawan bank, para pegawai instansi pemerintahan, dan lain-lain. Tempatnya pun bervariasi, dari mulai dilaksanakan di kantor Telkom, sampai di sebuah restoran cepat saji Tony Jacks di kompleks Bandung Indah Plaza. Semuanya diberikan secara gratis, dan selain itu, peserta juga mendapat snack. :-)
Dengan memberikan pelatihan-pelatihan tersebut, Telkom Bandung telah membuktikan dukungannya kepada komunitas. Selain itu, Telkom Bandung telah berhasil melakukan kerja sama yang baik dengan para mitranya yaitu Axioo, Blog Detik dan Detik.com, serta Tony Jacks. Jadi selain melakukan promo, Telkom Bandung juga melaksanakan kewajiban Corporate Social Responsibility-nya, sekaligus melaksanakan kewajiban kepada para stake holdernya. Semoga kegiatan ini makin memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa bersama Telkom, maka Dunia Dalam Genggaman. :-)

Undangan acara ini aku terima dari Diki via Facebook pada hari Kamis 3 September 2009 jam 4 sore. Sempet ragu, mau dateng atau nggak. Apalagi sebelumnya aku abis keliling mengunjungi pelanggan2 Telkom, sebagai salah satu tugas pelatihan yang sedang kuikuti, dan sekaligus dalam rangka Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada tanggal 4 September 2009. Capek dan kepanasan, pengin segera pulang. Tapi kemudian aku inget, pada hari2 sebelumya aku sering ngerasa iri ngeliat banyaknya acara2 menarik di Jakarta yang tidak mungkin kuikuti. Dan aku juga sering berpikir, seandainya ada acara2 sejenis itu ada di Bandung, pasti aku mau dateng. Nah sekarang beneran ada acara menarik yang dilaksanakan di Bandung, masa sih aku melewatkan kesempatan ini. Jadi aku pun memutuskan menunda kepulanganku untuk dateng di acara itu.
Aku nyampe ke Common Room sekitar jam setengah 6 lewat. Seperti biasa, meski di undangan disebutkan acara mulai jam setengah 6, nyatanya masih belum banyak yang dateng. Menjelang dan setelah adzan maghrib, satu persatu muncul blogger yang kukenal. Tamu lain yang datang nampaknya dari komunitas industri kreatif. Setelah buka puasa selesai, sekitar jam 7, barulah acara inti dimulai.
Presentasi pertama disampaikan oleh Enda Nasution. Beliau memaparkan latar belakang pengembangan portal Indonesia Kreatif. Mengenai besarnya potensi industri kreatif di Indonesia, tapi selama ini infonya masih tersebar di banyak situs. Belum ada wadah yang terpadu, yang akan memudahkan pelaku industri kreatif untuk saling berinteraksi, antara yang membutuhkan dengan yang bisa menyediakan. Itulah salah satu tujuan dibuatnya portal Indonesia Kreatif yang beralamat di http://indonesiakreatif.net. Situs ini nantinya diharapkan akan seperti deviantART-nya Indonesia, di mana para pelaku industri kreatif bisa menyimpan karyanya, sehingga jika ada yang membutuhkan, akan mudah menemukannya.
Presentasi kedua disampaikan oleh konsultan Departemen Perdagangan sebagai pemilik program ini, Cokorda Istri Dewi, atau biasa disapa Bu Dewi. Beliau memaparkan mengenai Perjalanan Pengembangan Ekonomi Kreatif oleh Pemerintah sejak tahun 2006, sampai akhirnya pada tanggal 5 Agustus 2009, terbit InPres No. 6 Tahun 2009 tentang Ekonomi Kreatif. Beliau mengatakan bahwa program ini merupakan kerja bersama beberapa departemen dan BUMN (khususnya bank pemerintah), karena program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan berbagai pihak.
Materi presentasi dari Enda dan Dewi bisa dilihat di page Ekonomi Kreatif di Facebook. Jika berminat untuk mengetahuinya, silakan jadi fan di page itu dulu.. :-)

3presenter

Presentasi ketiga disampaikan oleh Gustaff Hariman Iskandar, dari komunitas kreatif Common Room. Beliau memaparkan perjalanan dan potensi industri kreatif di Bandung, berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan Common Room. Sayangnya, kata beliau, survey yang dia lakukan adalah atas biaya dari lembaga luar negeri, sehingga biasanya ada hidden agenda dari para donator itu.
Berita tentang acara malam itu bisa juga dibaca di halaman Pikiran Rakyat ini.
Diskusi dengan komunitas kreatif antara lain mempertanyakan mengenai cara mendaftarkan paten yang dinilai masih cukup sulit. Sang penanya membandingkan dengan salah satu negara lain, di mana pemerintah menyebarkan lembaran kertas resmi kepada warganya, dan jika ada seorang warga Negara yang membuat karya di atas kertas itu, maka otomatis dia mendapatkan paten untuk karyanya itu. Sempat juga ditanyakan isu yang sedang hangat saat ini, yaitu tentang klaim-klaim Malaysia terhadap kebudayaan Indonesia, yang menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia memang belum terlalu peduli dengan masalah hak cipta. Bu Dewi menjawab bahwa masalah prosedur hak paten itu akan menjadi masukan.
Acara yang semula dijadwalkan akan selesai pada pukul 9 malam ternyata mundur sampai lebih dari jam setengah sepuluh. Dan seperti biasa, setelah acara selesai, ada sesi foto-foto peserta. Tapi tetep aja yang gila foto adalah para blogger. Sedangkan komunitas kreatif lainnya sudah berpindah ke bagian depan gedung Common Room, melanjutkan diskusi dalam suasana yang lebih informal.

ik

Foto diambil dari album di page Ekonomi Kreatif.

Buat pihak penyelenggara, terima kasih atas sharingnya. Mengutip komentar dari Endhoot terhadap acara tersebut, seandainya semua kebijakan pemerintah disosialisasikan dengan cara yang menyenangkan sebagaimana Depdag mennsosialisasikan program Indonesia Kreatif ini, pasti orang-orang akan semangat mengikutinya. Setuju banget! :-D
Btw, sedikit tambahan informasi, Telkom melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) sudah cukup lama mendukung industri kreatif. Sesuai aturan pemerintah, maka sekian persen dari profit Telkom digunakan untuk memberikan pinjaman lunak dengan syarat mudah dan bunga rendah kepada para pengusaha kecil. Program ini dikelola oleh sebuah unit khusus yang dinamakan CDC (Community Development Center). Tiap tiga bulan, unit ini mendistribusikan bantuannya di semua wilayah Kandatel (Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi). Selain itu, dukungan Telkom untuk industri kreatif diwujudkan melalui kompetisi Indigo Fellowship Award 2009 dengan tag-nya “For Brighter Indonesian Digitalpreneur”, di mana dalam kompetisi ini semua ide kreatif yang didaftarkan akan dinilai, dan pemenangnya akan mendapatkan dana pembinaan serta kesempatan untuk menggunakan semua fasilitas di Playground-nya Indigo. Informasi terakhir dari situs reminya itu, dari 700 pendaftar, sebanyak 80 abstraksi telah lolos seleksi awal. Rencananya pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober 2009. Semoga tidak mundur ;-) . Dan entah kebetulan atau memang direncanakan, pengumuman pemenang ini dilakukan sehari sebelum pelaksanaan Pesta Blogger 2009 pada tanggal 24 Oktober 2009. :-)

Jadi pada tanggal 12 Agustus 2009 kemarin, telah terselenggara event Baraya Blogger 2009, yang dimaksudkan untuk mensukseskan Road Show Pesta Blogger 2009 di Bandung.
Berikut beberapa dokumentasi yang sempat aku dapatkan:

penerima-tamu
Para tamu undangan harus registrasi dulu untuk mendapatkan name tag dan voucher makan gratis.
Kapan lagi bisa ngeliat Petra jadi penerima tamu? :-D

nametag
Ini nih name tag yang harus dipake para peserta. Supaya bisa jadi pengenal buat para blogger yang belum saling kenal.

speedygirl
Karena Speedy jadi salah satu sponsor acara ini, maka sales agent Speedy dapet kesempatan untuk menawarkan produknya kepada para peserta acara. Tapi setelah muter-muter nanya2, ternyata rata2 para blogger itu udah pake Speedy (worship) :-D
Foto diambil dari album Facebooknya Anom.

talkshow1

Foto diambil dari album Facebooknya Bagus Rully.
Talkshow bersama Okke dan Firman. Tapi para peserta lebih banyak ngobrol sendiri. :-D
Selain itu, ada live music dari Filltico dan games-games menarik untuk para peserta, dengan berbagai hadiah yang dipersembahkan oleh Telkom sebagai sponsor utama.

panitiablk
Para panitia berdiri mengawasi acara :-D

potobareng

Foto bareng setelah acara usai. Diambil dari album Facebooknya Anom.

Cerita lain dapat di baca di link-link berikut ini:
Baraya Blogger, 12 Agustus 2009;
Blogger Bandung Berpesta;
Cerita Road Show Pesta Blogger 2009 di Bandung;
Pesta Blogger 2009 di Bandung dikemas dalam event Baraya Blogger;
Review Acara Baraya Blogger: Pesta Blogger 2009 Chapter Bandung;
Bandung Hari Itu….;
Sharing di Talkshow Baraya Blogger;
Baraya Blogger, Pesta Blogger Chapter Bandung (12 Agt 2009).

Kerja yang hebat, barudak BBV dan Batagor. Keren. Two thumbs up!!!

Category: Event  Tags: , ,  4 Comments

Aku emang gak ikut bikin kegiatan khusus di tanggal 17 Agustus ini. Gak ikut bikin video, gak ikut nyelem2 di laut, gak ikut lomba2, bahkan gak ikut upacara :-P
Aku hanya ikut nyumbang doa. Semoga dengan bertambahnya usia, negeri ini bisa makin mendekati cita-cita seperti yang tercantum dalam sila-sila Pancasila. Semoga para pemimpin, para anggota dewan, para penegak hukum, dan para penguasa lain akan lebih bisa menggunakan hati nurani dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Semoga rakyatnya tetap terus berkarya dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Yang bisa di bidang teknologi, ya berkarya di bidang teknologi. Yang bisa di bidang perdagangan, ya berkarya di bidang perdagangan. Yang bisa di bidang kesehatan, ya berkarya di bidang kesehatan. Yang bisa di bidang kesenian, ya berkarya di bidang kesenian. Yang bisa di bidang olah raga, ya berkarya di bidang olah raga. Dan lain-lain.
Selama itu bermanfaat bagi orang banyak, menurutku tidak ada yang berhak merasa lebih hebat dibanding yang lain. Karena jika sudah merasa lebih hebat, akan timbul rasa sombong dan memandang rendah orang lain, dan bisa mengarah ke perasaan berhak menentukan nasib orang lain.
Hey, bukankah para teroris berkedok jihad itu diawali perasaan lebih “beriman” dibanding orang lain, sehingga mereka merasa berhak menyingkirkan pihak lain yang dianggap “kafir”?

Ini adalah pertemuan COMIC (Community of Multimedia and ICT) yang kelima. Sedikit flashback, COMIC pertama di bulan Januari dengan topik “Kesenjangan Digital”, dengan pembicara Armein Langi dan Achmad Sugiarto, dilaksanakan di Speedy Room Kantor DIVRE III. COMIC kedua bulan Februari, dengan topik “E-Learning”, dengan pembicara dari Crayonpedia dan Firman Oktora, dilaksanakan di Bimbel Izzi. COMIC ketiga bulan Maret, dengan topik “Batik”, kembali dilaksanakan di Speedy Room Kantor DIVRE III. Kali ini aku nggak ikutan, karena sedang ada keperluan ke luar kota. Sempat kosong sebulan, COMIC keempat hadir di bulan Mei, dengan topik “Robot Unikom”, menampilkan pembicara dari Ketua Tim Robot Unikom, bertempat di Kantor Telkom Lembong. Kosong lagi di bulan Juni, COMIC kelima sedianya akan diselenggarakan di bulan Juli. Tapi karena sedikit kesulitan menentukan tempat pelaksanaan, akhirnya waktu pelaksanaan bergeser ke bulan Agustus, tepatnya tanggal 5 Agustus 2009. Dan akhirnya lokasi yang dipilih adalah Ruang SEKAR Kantor DIVRE III.
Pembicara kali ini adalah Budi Sukmana dan Eric Setiawan. Presentasi mereka diawali dengan pengenalan mengenai apakah yang dimaksud dengan Photoblogging. Lalu disampaikan juga contoh-contoh photoblogging dari luar negeri. Keren-keren euy. Misalnya sebuah blog yang diisi oleh 2 orang sahabat yang berada di dua tempat yang terpisah jauh. Tapi mereka punya komitmen tiap hari pada jam yang sama, mereka akan mengambil sebuah foto dan menguploadnya. Lalu ada juga yang membuat blog yang diisi satu foto sehari. Ada yang memotret sebuah obyek dari sebuah tempat yang sama setiap hari dan menguploadnya. Ada yang memotret bak cuci piringnya setiap hari, dan menguploadnya. Lucu-lucu :-)
Budi dan Eric bilang, untuk melakukan photoblogging, nggak susah kok. Nggak harus dari kamera bagus, bisa hanya dari kamera hape. Nggak perlu keluar rumah, karena obyek di dalam rumah pun bisa diambil fotonya. Nggak perlu ragu apakah fotonya bakal menarik atau tidak, karena hal-hal yang nampaknya remeh pun bisa jadi obyek yang menarik. Nggak perlu takut blur, karena dari foto yang blur pun ada cerita yang bisa disampaikan. Inti dari materi yang disampaikan para pesohor Flickr itu adalah, sependek yang bisa kutangkap, yang penting ada passion dan keinginan untuk berbagi. Resep yang sama yang juga digunakan jika kita berkeinginan merawat blog berbentuk teks :-)

bhtv-comic-budi-eric
*Foto diambil dari blog Pak Budi Rahardjo*

Diskusi yang berlangsung setelahnya sangat seru dan hidup. Laporan lain tentang acara ini bisa dibaca di tulisan-tulisan berikut ini:

IMHO, COMIC kali ini paling menarik dari COMIC lain yang pernah kuikuti sebelumnya. Mungkin karena ini merupakan hal yang cukup baru bagiku. Mungkin karena topiknya terasa membumi, bisa langsung dipraktekkan, tidak seperti topik-topik sebelumnya yang rasanya hanya sebagai pengetahuan atau wacana saja. Mungkin juga karena di acara kemarin aku bertemu dengan beberapa wajah baru, termasuk para pembicaranya. Sehingga tidak lagi ada kata2 4L alias Lu Lagi Lu Lagi.. :-D
Hasil dari pertemuan ini bisa dilihat dari diupdatenya kembali web Bandung Photobloggers. Hmmm.. rasanya ingin bergabung. Apa perlu ya bikin satu blog yang isinya khusus foto, seperti yang udah dilakukan Pak BR, Puty, dan Adit? :-)

Category: Event  Tags: ,  4 Comments