Melalui twitter, aku mendengar kabar akan terbitnya buku Chickestrip yang pertama pada tanggal 20 April 2010. Sebagai fans berat komik ayam ini, aku pun berniat membeli buku itu pada hari pertama terbit. Jadi pada tanggal 20 April itu, aku pun nanya ke sang penulis Diki Andeas, apakah buku itu udah tersedia di toko buku. Waktu itu Diki jawab, coba aja cari di Gramedia Merdeka. Mempertimbangkan tempat parkir di Gramedia Merdeka yang bikin males, aku pun nyoba telpon ke Toko Buku Togamas barangkali buku itu sudah ada di sana. Berita gembira kuterima, ternyata buku itu sudah ada, tapi tinggal 3 eksemplar. Khawatir kehabisan, aku pun pesan kepada petugas toko yang menerima telponku, untuk menyisihkan buku itu ke kasir, dan akan kuambil pada malam harinya, sepulangnya aku dari rapat di Lembang. Akhirnya sekitar jam 8 malam, buku Chickenstrip resmi kubeli. Dapet diskon 25% pula dari Togamas, sehingga dari harga semula Rp 36.800, aku cukup membayar Rp 27.600. Dan aku beruntung nyarinya langsung ke Togamas, karena aku denger kabar di Gramedia buku itu belum dipajang, masih disimpan di gudang.
Malam itu juga kubaca buku itu sampe selesai. Sekali2 aku tersenyum-senyum, kadang2 ketawa agak keras (gak berani ketawa terlalu keras, takut ngeganggu yang lain
). Dari mulai kata pengantar yang ditulis oleh Isman H. Suryaman pun udah kocak. Isi buku bukan hanya sekedar kumpulan komik Chickenstrip yang pernah dimuat di blog, tapi juga berisi pengetahuan tentang internet 2.0. Dari mulai pengenalan awal web 2.0, jenis-jenisnya (baik yang bikinan luar maupun yang lokal seperti koprol.com), sampe pembahasan posisi kita di ranah social media. Jadi buku ini cocok diberikan kepada orang-orang yang masih saja bertanya apa itu web 2.0 (hari gini masih ada yang bertanya seperti itu?). Dari pada beli bermacam buku tentang Facebook, twitter, dll, cukup beli satu buku ini saja, dan semua ada di dalamnya. Selain itu dalam buku ini dapat ditemukan jawaban pertanyaan2 yang sering muncul terkait Chickenstrip, antara lain: “Kenapa ayam?”, “Kenapa masih di blog gratisan wordpresss.com”, dll. Dan cara Diki menyampaikan hal-hal yang sedang jadi pembicaraan hangat di internet melalui karakter ayamnya, sangat membuat aku berpikir: “Hahaha, bener banget!” (copas dari kata pengantar-nya Kang Isman)
Secara pribadi, buku ini tidak membuatku kecewa. (Yup, aku pernah dua kali kecewa karena membeli buku yang based on blog, karena isinya bener2 hanya kumpulan isi blog. Jadi rasanya seperti buang duit doang, nggak ada hal baru yang diperoleh dari buku yang kubeli.)
Tadinya aku pengin nulis halaman-halaman favorit, tapi ternyata hampir semua halaman yang ada komiknya itu jadi favorit. Jadi ya sudahlah, pokoknya beli aja deh. Dijamin gak akan rugi.
Dapet tanda tangan dari Diki pada saat ada acara COMIC di kantorku. Makasih ya.. Semoga buku2 berikutnya dapat segera menyusul terbit. Jangan sampe butuh waktu dua tahun lagi
Catatan:
Sorry blog ini masih error, jadi masih nggak bisa ninggalin komen di sini
Update 15 Mei 2010:
Hore… blognya udah sembuh. Makasih buat yg udah nyembuhin











