Archive for » August, 2009 «

Jadi pada tanggal 12 Agustus 2009 kemarin, telah terselenggara event Baraya Blogger 2009, yang dimaksudkan untuk mensukseskan Road Show Pesta Blogger 2009 di Bandung.
Berikut beberapa dokumentasi yang sempat aku dapatkan:

penerima-tamu
Para tamu undangan harus registrasi dulu untuk mendapatkan name tag dan voucher makan gratis.
Kapan lagi bisa ngeliat Petra jadi penerima tamu? :-D

nametag
Ini nih name tag yang harus dipake para peserta. Supaya bisa jadi pengenal buat para blogger yang belum saling kenal.

speedygirl
Karena Speedy jadi salah satu sponsor acara ini, maka sales agent Speedy dapet kesempatan untuk menawarkan produknya kepada para peserta acara. Tapi setelah muter-muter nanya2, ternyata rata2 para blogger itu udah pake Speedy (worship) :-D
Foto diambil dari album Facebooknya Anom.

talkshow1

Foto diambil dari album Facebooknya Bagus Rully.
Talkshow bersama Okke dan Firman. Tapi para peserta lebih banyak ngobrol sendiri. :-D
Selain itu, ada live music dari Filltico dan games-games menarik untuk para peserta, dengan berbagai hadiah yang dipersembahkan oleh Telkom sebagai sponsor utama.

panitiablk
Para panitia berdiri mengawasi acara :-D

potobareng

Foto bareng setelah acara usai. Diambil dari album Facebooknya Anom.

Cerita lain dapat di baca di link-link berikut ini:
Baraya Blogger, 12 Agustus 2009;
Blogger Bandung Berpesta;
Cerita Road Show Pesta Blogger 2009 di Bandung;
Pesta Blogger 2009 di Bandung dikemas dalam event Baraya Blogger;
Review Acara Baraya Blogger: Pesta Blogger 2009 Chapter Bandung;
Bandung Hari Itu….;
Sharing di Talkshow Baraya Blogger;
Baraya Blogger, Pesta Blogger Chapter Bandung (12 Agt 2009).

Kerja yang hebat, barudak BBV dan Batagor. Keren. Two thumbs up!!!

Category: Event  Tags: , ,  4 Comments

Selamat datang bulan yang penuh berkah. Bulan yang dinanti oleh setiap Muslim di dunia. Bulan di mana terbuka kesempatan beribadah dan beramal seluas-luasnya.

Dan ini adalah salah satu lagu religi favoritku. Lebih bagus daripada lagu2 religi yang dinyanyikan penyanyi yang mendadak jadi alim tiap kali Ramadhan datang, dan gak alim lagi begitu Ramadhan usai.

Tapi di sebuah sudut hati, aku juga merasa sedih. Karena biasanya aku terlalu malas sehingga seringnya tidak bisa memanfaatkan bulan baik ini… :-(

Category: Life  Tags:  Comments off

Aku emang gak ikut bikin kegiatan khusus di tanggal 17 Agustus ini. Gak ikut bikin video, gak ikut nyelem2 di laut, gak ikut lomba2, bahkan gak ikut upacara :-P
Aku hanya ikut nyumbang doa. Semoga dengan bertambahnya usia, negeri ini bisa makin mendekati cita-cita seperti yang tercantum dalam sila-sila Pancasila. Semoga para pemimpin, para anggota dewan, para penegak hukum, dan para penguasa lain akan lebih bisa menggunakan hati nurani dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Semoga rakyatnya tetap terus berkarya dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Yang bisa di bidang teknologi, ya berkarya di bidang teknologi. Yang bisa di bidang perdagangan, ya berkarya di bidang perdagangan. Yang bisa di bidang kesehatan, ya berkarya di bidang kesehatan. Yang bisa di bidang kesenian, ya berkarya di bidang kesenian. Yang bisa di bidang olah raga, ya berkarya di bidang olah raga. Dan lain-lain.
Selama itu bermanfaat bagi orang banyak, menurutku tidak ada yang berhak merasa lebih hebat dibanding yang lain. Karena jika sudah merasa lebih hebat, akan timbul rasa sombong dan memandang rendah orang lain, dan bisa mengarah ke perasaan berhak menentukan nasib orang lain.
Hey, bukankah para teroris berkedok jihad itu diawali perasaan lebih “beriman” dibanding orang lain, sehingga mereka merasa berhak menyingkirkan pihak lain yang dianggap “kafir”?

Ini adalah pertemuan COMIC (Community of Multimedia and ICT) yang kelima. Sedikit flashback, COMIC pertama di bulan Januari dengan topik “Kesenjangan Digital”, dengan pembicara Armein Langi dan Achmad Sugiarto, dilaksanakan di Speedy Room Kantor DIVRE III. COMIC kedua bulan Februari, dengan topik “E-Learning”, dengan pembicara dari Crayonpedia dan Firman Oktora, dilaksanakan di Bimbel Izzi. COMIC ketiga bulan Maret, dengan topik “Batik”, kembali dilaksanakan di Speedy Room Kantor DIVRE III. Kali ini aku nggak ikutan, karena sedang ada keperluan ke luar kota. Sempat kosong sebulan, COMIC keempat hadir di bulan Mei, dengan topik “Robot Unikom”, menampilkan pembicara dari Ketua Tim Robot Unikom, bertempat di Kantor Telkom Lembong. Kosong lagi di bulan Juni, COMIC kelima sedianya akan diselenggarakan di bulan Juli. Tapi karena sedikit kesulitan menentukan tempat pelaksanaan, akhirnya waktu pelaksanaan bergeser ke bulan Agustus, tepatnya tanggal 5 Agustus 2009. Dan akhirnya lokasi yang dipilih adalah Ruang SEKAR Kantor DIVRE III.
Pembicara kali ini adalah Budi Sukmana dan Eric Setiawan. Presentasi mereka diawali dengan pengenalan mengenai apakah yang dimaksud dengan Photoblogging. Lalu disampaikan juga contoh-contoh photoblogging dari luar negeri. Keren-keren euy. Misalnya sebuah blog yang diisi oleh 2 orang sahabat yang berada di dua tempat yang terpisah jauh. Tapi mereka punya komitmen tiap hari pada jam yang sama, mereka akan mengambil sebuah foto dan menguploadnya. Lalu ada juga yang membuat blog yang diisi satu foto sehari. Ada yang memotret sebuah obyek dari sebuah tempat yang sama setiap hari dan menguploadnya. Ada yang memotret bak cuci piringnya setiap hari, dan menguploadnya. Lucu-lucu :-)
Budi dan Eric bilang, untuk melakukan photoblogging, nggak susah kok. Nggak harus dari kamera bagus, bisa hanya dari kamera hape. Nggak perlu keluar rumah, karena obyek di dalam rumah pun bisa diambil fotonya. Nggak perlu ragu apakah fotonya bakal menarik atau tidak, karena hal-hal yang nampaknya remeh pun bisa jadi obyek yang menarik. Nggak perlu takut blur, karena dari foto yang blur pun ada cerita yang bisa disampaikan. Inti dari materi yang disampaikan para pesohor Flickr itu adalah, sependek yang bisa kutangkap, yang penting ada passion dan keinginan untuk berbagi. Resep yang sama yang juga digunakan jika kita berkeinginan merawat blog berbentuk teks :-)

bhtv-comic-budi-eric
*Foto diambil dari blog Pak Budi Rahardjo*

Diskusi yang berlangsung setelahnya sangat seru dan hidup. Laporan lain tentang acara ini bisa dibaca di tulisan-tulisan berikut ini:

IMHO, COMIC kali ini paling menarik dari COMIC lain yang pernah kuikuti sebelumnya. Mungkin karena ini merupakan hal yang cukup baru bagiku. Mungkin karena topiknya terasa membumi, bisa langsung dipraktekkan, tidak seperti topik-topik sebelumnya yang rasanya hanya sebagai pengetahuan atau wacana saja. Mungkin juga karena di acara kemarin aku bertemu dengan beberapa wajah baru, termasuk para pembicaranya. Sehingga tidak lagi ada kata2 4L alias Lu Lagi Lu Lagi.. :-D
Hasil dari pertemuan ini bisa dilihat dari diupdatenya kembali web Bandung Photobloggers. Hmmm.. rasanya ingin bergabung. Apa perlu ya bikin satu blog yang isinya khusus foto, seperti yang udah dilakukan Pak BR, Puty, dan Adit? :-)

Category: Event  Tags: ,  4 Comments

Hari Rabu tanggal 29 Juli 2009 yang lalu, aku beruntung dapet kesempatan ikut seminar MarkPlus di Ballroom Hotel Hilton, Bandung. Topik yang dibawakan kali ini adalah “Managing The Conversation, Why, What, and How to do Horizontal Promotion. The Fall of Promotion, The Rise of Conversation”. Kupikir ini adalah salah satu dari serial topic New Wave Marketing yang jadi andalan MarkPlus sejak setahun terakhir. Pembawa materi malam itu adalah Husin Wijaya, Head of Marketing Academy MIM.
Tapi sebelumnya, barangkali ada yang belum tau, Conversation seperti apa sih yang dimaksud di sini?

managingtheconversation

Bagi yang pernah belajar Marketing, pasti tau dong apa yang disebut teori Marketing Mix yang terdiri dari 4P yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Empat syarat itu harus dimiliki oleh sebuah produk supaya dia berhasil di pasar. Belakangan syarat itu berubah menjadi 7P, dengan ditambah People, Process, dan Physical Evident.
Seiring terjadinya globalisasi, yang menjadikan dunia menjadi datar, datangnya era Web 2.0, maka Marketing pun menyesuaikan dirinya menjadi apa yang disebut oleh MarkPlus sebagai New Wave Marketing.
Sedikit OOT, dalam pengantar bukunya yang berjudul “New Wave Marketing” , Hermawan Kartajaya mengatakan bahwa penamaan “New Wave Marketing” itu terinspirasi dari Direktur Konsumer PT Telkom I Nyoman Wiryanata yang pada tahun 2008 lalu mencanangkan program besar yang harus dijalankan Telkom, yaitu Telkom harus lebih focus mengembangkan produk-produk New Wave (produk-produk yang terkait dengan internet).
Dalam New Wave Marketing, 4P berubah menjadi 4C. Elemen Product menjadi Co-Creation, Price menjadi Currency, Place menjadi Communal Activation, dan Promotion menjadi Conversation.
Seminar malam itu hanya membahas salah satu C yaitu Conversation. Tiga C yang lain mungkin akan dibahas di seminar-seminar lain :-D . Di sana dinyatakan bahwa di era yang semakin horizontal, kekuatan rekomendasi diyakini akan menggeser peran promosi. Pendekatan promosi yang vertical dan membidik secara masal terbukti semakin tidak efektif, di samping membutuhkan biaya mahal.
Dan itu memang bener banget. Kita sendiri pasti juga merasakannya. Sekarang, jika kita ingin membeli sebuah barang atau memakai sebuah jasa, maka kita tidak hanya percaya pada iklan-iklan di koran atau radio atau TV. Karena iklan-iklan itu malah bikin kita bingung, karena semua mengatakan produknya paling bagus. Kita sekarang telah menjadi konsumen cerdas, dengan mencari rekomendasi dulu sebelum memilih sesuatu. Rekomendasi itu bisa kita dapatkan dari berita di internet, atau bertanya pada orang-orang yang kita anggap lebih berpengalaman. Rekomendasi itulah yang disebut conversation.
Dari sisi produsen, maka dibutuhkan pengelolaan yang cermat supaya produk atau jasanya menjadi bagian conversation pelanggan, melalui pemilihan message dan media yang tepat, sehingga bisa mendapatkan efektivitas komunikasi pemasaran yang berlipat-lipat.
Membuat conversation yang menarik dapat dilakukan melalui 9 cara: (1) Avalanche about to roll; (2) Aspiration; (3) Anxieties; (4) David vs Goliath; (5) Counter intuitive/Contrarian; (6) Personalities; (7) Glitz vs Glamz; (8) How-to; dan (9) Seasonal/Event Related. Penjelasan masing-masing cara itu tentulah panjang, dan nggak bisa kutulis semua di sini :-D . Contoh-contoh yang disampaikan Husin Wijaya sangat menarik dan mempermudah peserta seminar memahami teori di atas. Dari mulai case Michael Jackson, twitter.com, #indonesiaunite, Ibu Prita Mulyasari, profil para Capres kemarin, bahkan sampai fenomena Manohara. Jadi bukan hanya barang/jasa yang perlu dimarketingkan, tapi juga suatu gerakan social, personal/individu, dll.
Di sini aku ingin berbagi dua cerita yang mungkin belum banyak yang tau, tentang bagaimana conversation bisa sangat berhasil. Yang pertama adalah tentang sebuah buku (judulnya aku tidak begitu jelas), yang penjualannya sangat tidak sesuai dengan harapan. Padahal penerbit bukunya sudah mencetak dalam jumlah banyak untuk stock selama satu tahun. Akhirnya si pengarang atau penerbitnya memanggil seorang ahli buzzing dan memberi tugas supaya menjadikan buku itu laris. Si ahli buzzing itu lalu merekrut 100 orang relawan dan membagi tugas kepada mereka. Strateginya gini, semua orang itu harus membaca buku itu di tempat umum. Tapi posisi membacanya harus dengan mengangkat buku itu di depan wajahnya, sehingga jika ada orang yang melewati mereka, maka akan nampak judul buku itu. Si ahli buzzing itu menaruh 10 orang di sebuah gerbong kereta api, sehingga jika ada orang yang berjalan di kereta api itu akan beberapa kali melihat orang membaca buku yang sama. Jika kita hanya melihat 1 orang membaca sebuah buku, pasti kita belum tertarik. Tapi jika kita melihat 10 orang membaca buku itu di saat yang bersamaan, pasti timbul rasa penasaran, buku apa sih itu?
Si ahli buzzing itu melakukan hal yang sama di taman, di mall, dan beberapa tempat ramai lainnya. Ahli itu juga menyuruh para relawan membuat posting di Facebook, twitter, dan social networking lain tentang buku itu. Dalam waktu tidak terlalu lama, buku itu menjadi topik pembicaraan yang hangat di mana-mana. Di dunia real maupun di dunia online. Buku yang semula untuk stock setahun, habis terjual dalam waktu sebulan. Wow.. sungguh menakjubkan. Dan aku yakin biaya membayar si ahli buzzing dan 100 relawan itu tidaklah semahal biaya pasang iklan di billboard, koran, radio, atau TV. ;-)
Cerita kedua, ini kisah nyata yang terjadi di Surabaya. Tentang seorang dokter umum, yang ngerasa sulit bersaing dengan dokter spesialis dalam mendapatkan pasien baru. Lalu dia menerapkan strategi sebagai berikut. Dia sewa sebuah tempat praktek di jalan yang cukup ramai, dan dia pasang papan nama di situ. Langkah selanjutnya, dia menelepon saudara-saudaranya, minta tolong supaya selama sebulan ini mereka tiap sore datang ke tempat prakteknya itu. Kebetulan dia memiliki keluarga besar di Surabaya. Saudara-saudaranya setuju. Jadi tiap sore, di sekitar tempat praktek dokter itu banyak mobil parkir yang mengakibatkan kemacetan. Orang-orang lain yang lewat pun jadi penasaran apa penyebab kemacetan itu. Sambil lewat dengan pelan, mereka lalu melihat papan nama tempat praktek dokter itu, melihat betapa ramainya di situ, dan itu terekam di ingatan mereka. Pasien beneran pun datang, makin lama makin banyak. Saudara-saudara si dokter mulai mengundurkan diri. Dan dalam waktu 6 bulan, tempat praktek dokter itu sudah betul-betul ramai oleh pasien beneran. Tapi tentu saja si dokternya memang bagus. Karena kalo tidak, pastilah pasien itu tidak akan datang2 lagi.
Seminar dan sharing yang menarik. Menambah wawasan bagiku, dan mudah2an aku bisa memanfaatkannya dalam pekerjaanku. :-D