Nonton film ini hari Sabtu kemarin karena dapet tiket gratis di acara Nonton Bareng dengan para Mitra Telkom
.
Sebelumnya aku kira film ini bercerita tentang perjalanan hidup Liem Swie King untuk menjadi juara bulu tangkis dunia. Pas di dalem bioskop, sempet heran, Liem Swie King kok wong Jowo? Hahaha.. salahku sendiri karena aku gak baca reviewnya dulu.
Tapi filmnya bagus kok. Tentang seorang anak dari keluarga sederhana dari pelosok Jawa Timur bernama Guntur (Rangga Raditya) yang bercita-cita jadi pemain bulu tangkis berprestasi dan terkenal, seperti Liem Swie King. Dia punya bapak yang keras (diperankan Mamiek Prakoso), tapi sebenarnya secara diam-diam mendukung cita-cita dia. Dia punya sahabat yang kocak dan banyak menolong dia, namanya Raden (Lucky Martin). Dan ada satu lagi sahabat barunya, bernama Michelle (Valerie Thomas), yang baru pindahan dari kota.
Banyak cerita lucu yang terjadi ketika mereka berjuang untuk mendapatkan raket yang layak dipakai bermain. Dari mulai mencuri senar gitar, sampai mencuri benang balon gas. Atau lihatlah bagaimana Raden dan Michelle ikutan ngamen untuk mendapatkan uang supaya Guntur bisa masuk ke klub bulu tangkis.
Di film ini juga muncul tokoh yang sedikit antagonis, yaitu Arya, pesaing Guntur di klub bulu tangkis. Tapi tidak seperti di shitnetron yang menggambarkan tokoh antagonis itu dengan sangat jahat, di film ini ke-antagonis-an Arya masih termasuk biasa aja, hanya kecemburuan karena ngeliat prestasi Guntur yang melejit meski baru sebentar bergabung di klub.
Dan jangan dilupakan pemandangan2 indah dari gunung2 di Jawa Timur yang tersaji di film ini. Aku suka banget, terutama adegan tiga anak itu berlari-lari dilatarbelakangi pemandangan kawah gunung apa gitu. Lalu pemandangan rusa-rusa yang berlarian bebas di padang rumput nan luas. Wow.. itu masih di Indonesia kan ya? Kuper sekali rasanya aku sampe gak tau ada tempat seindah itu..
Buat para penggemar olah raga bulu tangkis, pasti akan senang menonton film ini karena di sini muncul beberapa tokoh bulu tangkis legendaris yang memerankan diri mereka sendiri, seperti Liem Swie King, Haryanto Arbi, Ivana Lie, dll.
Oh ya, seperti yang udah kusebut di depan, aku tidak baca review film ini sebelumnya. Jadi pas nonton Guntur bermain bulu tangkis dengan begitu bagusnya, aku sempet menebak-nebak, apakah pemeran tokoh Guntur itu aktor yang bisa main bulu tangkis, atau atlit bulu tangkis yang bisa akting. Ternyata yang benar adalah yang kedua. Wah keren juga ya, dari seorang atlit biasa, bisa diajari main film dengan begitu natural, gak usah pake teriak-teriak dan melotot untuk menunjukkan ekspresinya. Dan yang memerankan tokoh Raden juga atlit lho, tapi atlit silat. Hanya pemeran tokoh Michelle yang memang dari kalangan artis. Dia adalah anak dari pemain sinetron Jeremy Thomas. Tapi ini adalah film pertamanya.
Hanya yang kusayangkan, jika film-film bagus bisa melahirkan pendatang baru dari kalangan anak-anak yang bisa bermain bagus, kenapa tidak bisa ada pendatang baru dari kalangan dewasa yang bisa bermain bagus juga? Seperti di film ini, masih mengandalkan wajah lama seperti Surya Saputra dan Wulan Guritno. Hal sama yang kurasakan juga waktu nonton film Laskar Pelangi. Wajah2 kanak2 baru bermunculan dan bermain bagus. Tapi untuk peran dewasa, masih saja Tora Sudiro yang diandalkan.
Atau, mungkin memang lebih susah nyari pendatang baru dari orang dewasa yang bisa langsung bermain bagus. Liat saja film Ketika Cinta Bersambung .. eh salah.. Ketika Cinta Bertasbih, yang katanya pemerannya didapatkan dari proses audisi. Dan meski aku nggak nonton filmnya, tapi kalo baca2 dari review yang ada, kabarnya akting para pemainnya gak begitu memuaskan. No offense, sorry kalo ada yang nggak sependapat.. ![]()
Pokoknya gak rugi deh nonton film King ini. Dan buat aku sendiri, tentu saja gak rugi apa2, secara dibayarin gitu lhoo.. ![]()
Btw, beberapa review membandingkan film King ini dengan film Garuda di Dadaku. Jika ada yang mau baca, sila klik link ini:
- KING Kembalikan Kebanggaan akan Indonesia.
- Merindukan King Kembali
Oh ya, ada cerita lucu lain di balik film ini yang kubaca dari tabloid punya temen kantor. Jadi si Valerie, pemeran Michelle itu, adalah anak yang dijaga banget ama mamanya, makanannya pun khusus dari bahan organik. Dia nggak pernah makan kerupuk dan mie instan. Baru di dalam proses pembuatan film ini, dia makan makanan2 gak sehat itu. Itu pun setelah dia merengek-rengek minta ijin ke mamanya, yang selalu mendampingi dia pada saat syuting. Selain itu, gara-gara ada adegan si Michelle itu menyapu halaman menggunakan sapu lidi di film, dan itu juga adalah kali pertama dia memegang sapu lidi, dia jadi ketagihan dan jadi rajin menyapu halaman rumah. Hahaha.. jangan2 kalo bukan karena film itu, dia gak pernah megang sapu lidi selamanya..












Recent Comments