Judul buku yang menarik itu membuat aku mengambilnya dari rak sebuah toko buku. Dan sesuai kebiasaan, aku langsung membuka halaman tengah, mencoba mencari tau tentang apa buku ini. Tapi yang kutemukan hanya sebuah kalimat tak berujung pangkal. Oops.. pasti ada cara tertentu untuk membaca buku ini, pikirku. Jadi aku pun membuka halaman pertama. Dan kutemukan petunjuk sebagai berikut:
How to Use The Book of Answers:
1. Hold the closed book in your hand, on your lap, or on a table.
2. Take 10 or 15 seconds to concentrate on your question. Question should be phrases closed-end, e.g. “Is the job I’m applying for the right one?” or “Should I travel this weekend?”
3. While visualizing or speaking your question (one question at a time), place one hand palm down on the book’s front cover and stroke the edge of the pages, back to front.
4. When you sense the time is right, open the book and there is your answer.
5. Repeat the process for as many questions as you have.

Hohoho.. gitu ya caranya. Ok, aku test. Aku pikirkan sebuah pertanyaan tentang sebuah perjalanan, tapi gak nyampe 10 detik sih. Kelamaan
. Lalu aku buka buku itu. Hmm.. rasanya jawabannya nggak nyambung
. Coba lagi ah, dengan pertanyaan kedua tentang sebuah pekerjaan. Kali ini jawabannya agak bisa disambung-sambungin. Tentu saja, buku itu tidak akan bisa memberikan jawaban yang bener2 cocok. Tergantung kita mempersepsikan jawaban yang kita dapat dengan pertanyaan yang kita pikirkan. Hehehe.. lucu juga. Aku mulai nimbang2, beli atau nggak, beli atau nggak. Ah.. tanya aja ke si buku. Dan jawabannya kali ini bener2 bikin aku ketawa: “You don’t really care”. Ok deh, karena aku gak peduli apakah aku perlu beli atau tidak, aku putusin untuk membelinya. Lumayan buat lucu-lucuan ![]()
Esok harinya aku sengaja bawa buku itu ke kantor. Pada saat jam istirahat, aku kasih liat ke temen-temenku. Beberapa orang mau nyobain, dan langsung bisa menangkap sisi humor dari buku itu, sehingga yang terjadi adalah kami tertawa rame2. Tapi ada juga yang tidak mau membaca petunjuknya lebih dulu, juga tidak mau ndengerin penjelasan cara makenya, sehingga malah bikin pertanyaan aneh, dan ketika jawabannya nggak nyambung lalu dia nyalah2in si buku. Please deh, serius amat sih. Di mana rasa humornya? ![]()
Pada saat kopdar Jumatan dengan para Batagoris, buku itu juga kubawa. Para peserta kopdar waktu itu rame2 nyobain beberapa pertanyaan. Ada yang serius, ada yang ngaco. Ada yang ngerasa jawabannya cocok, ada yang bingung karena ngerasa nggak nyambung. Hihihi.. gak papalah.. namanya juga cuma buat seru-seruan. Senny bilang, buku itu pernah dibahas di majalah Cosmopolitan. Bagus Rully nanya, apakah ada jawaban yang sama di buku itu? Aku jawab gak tau, karena aku belum buka semuanya. Lagian buat apa baca semua isi buku yang tebalnya sekitar 4 cm itu. Ini bukan novel yang harus ditamatkan isinya. Jumlah halamannya tidak bisa diketahui, karena tidak ada nomor halaman (mungkin itu untuk mencegah orang ngapalin nomor halaman yang jawabannya bagus, lalu dia akan pilih halaman itu terus untuk tiap pertanyaan
). Tapi sebenarnya, sebuah halaman yang udah pernah dibuka, cenderung akan lebih gampang untuk dibuka lagi, karena udah ada bekasnya. Dan halaman2 paling awal atau paling akhir akan merupakan halaman yang sangat jarang dibuka, karena tangan kita cenderung akan memilih halaman-halaman tengah.
Aki Herry mencoba menganalisa (meski beliau tidak ikut2an iseng bikin pertanyaan). Menurut beliau, jawaban di buku itu bisa digunakan untuk menjawab (hampir) semua pertanyaan. Jadi apapun pertanyaan yang kita ajukan, akan bisa dijawab. Yah.. kira2 begitulah, Ki.. ![]()
Jadi resep untuk membaca buku ini hanya satu: jangan terlalu serius. Kira-kira anggap aja seperti dulu pernah ada permainan ramal-ramalan pake kartu, atau pake garis tangan, atau cincin yang diayun-ayun, atau semacam itu. It’s just for fun, dan hasilnya jangan terlalu dimasukin pikiran atau hati.
Btw, aku pernah mengajukan pertanyaan gini: Apakah buku ini bisa dipercaya? Dan jawaban yang kudapat adalah: “Don’t waste your time”. Jawaban ini menimbulkan dilema. Jika aku percaya jawaban itu, berarti mungkin aku bisa percaya jawaban2 yang lain, dan berarti juga buku itu tidak membuang waktu. Tapi jika aku tidak percaya jawaban itu, berarti aku tidak percaya bahwa buku itu membuang waktu.. Negatif dari negatif hasilnya malah jadi positif.. hahaha..
Oh iya, penulis buku ini adalah Carol Bolt, seorang professional artist yang tinggal di Seattle, sebuah kota kreatif di mana lahir merek-merek ternama seperti Starbucks, Microsoft, Boeing, dll.
Jika ada yang penasaran dengan buku ini, silakan kunjungi situsnya di alamat ini . Di situ kamu bisa nyobain ngajuin pertanyaan dan ngeklik jawabannya. Jadi gak usah beli hard copy-nya. Karena untuk sebuah keisengan, harga buku ini lumayan juga. Belum lagi kalo punya sifat gampang bosen. Kayaknya bentar lagi buku itu akan menambah tumpukan buku yang gak pernah habis kuselesaikan. Kayaknya memang membeli dan memiliki buku lebih menarik bagiku daripada menyelesaikan membacanya. Kecuali beberapa buku yang sangat istimewa. Tapi hey.. bukankah dari awal aku udah menyatakan bahwa: “I don’t really care”











Recent Comments