Yup, aku suka Peterpan sejak lagu pertama mereka “Mimpi Yang Sempurna”. Itu sekitar tahun 2002 – 2003, kalo gak salah. Tapi aku suka bukan karena Ariel cakep. Kalo ada yang pernah liat penampilan awal mereka, pasti akan sepakat bahwa waktu itu mereka masih sangat cupu.
Aku suka Peterpan karena kata-kata di lagunya, dan karena musiknya.
Tapi sebenarnya, jika kita beneran suka ama sesuatu, kita gak perlu alasan apa pun. Kita suka karena kita suka. Itu aja.

Foto di atas adalah salah satu foto konser “Untukmu Sahabat”, di Sabuga tanggal 19 Maret 2009 kemarin. Kabarnya sih konser terakhir mereka di Bandung sebelum nantinya mereka akan berganti nama.
Tiket VIP seharga Rp 150 ribu, “hanya” untuk mendengarkan 10 lagu selama kurang lebih satu jam, dari jarak yang cukup jauh karena kami duduk di tribun. Mahal? Jika dibandingkan tiket harian Java Jazz seharga Rp 175 ribu, di mana aku bisa menonton Peabo Bryson, Tompi, Kla Project, Maliq and D’Essential, dan 3 performance lain pada hari Minggu tanggal 8 Maret 2009, memang kayaknya mahal.
Tapi untuk sesuatu yang kita suka, gak perlu deh semua hitungan itu.






Related Articles
1 user responded in this post
saya juga kenapa ya suka sama peterpan terutama ariel, walaupun saya sudah ibu-ibu, sangat suka sekali sama aksi panggung ariel nggak bosan melihatnya malahan suka menunggu berita konser ariel peterpan di tv.
Leave A Reply