Archive for » March, 2009 «

Instead of meneruskan cerita tentang Java Jazz Festival, aku memilih untuk lebih dulu menulis tentang Hotel Aston Braga City Walk Bandung. Tulisan ini tidak semata-mata ditujukan untuk mengikuti lomba review ini, biarlah para blogger lain yang lebih ahli review untuk melakukannya. Aku membuat tulisan ini karena sudah ikut tour keliling Hotel Aston Braga City Walk Bandung pada hari Jumat tanggal 20 Maret 2009 lalu bersama Batagoris, dan juga sebagai penghargaan kepada Hotel Aston Braga City Walk Bandung yang telah menjadikan para Batagoris sebagai sahabatnya.
Perkenalanku dengan pihak Hotel Aston Braga City Walk Bandung tidak lain dan tidak bukan adalah pada saat acara Bebersih Bandung Yuk! Jilid 8 pada bulan Februari 2009 yang lalu. Sebagai hotel yang berwawasan lingkungan, Hotel Aston Braga City Walk Bandung mendukung kegiatan blogger untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar wilayah Jalan Braga tersebut. Setelah kegiatan BBY! 8 itu, pihak Hotel Aston Braga City Walk Bandung juga pernah mengundang Batagor dan beberapa komunitas lain dalam suatu acara “Eco-Hotel Rating Workshop”. Sayangnya karena pelaksanaan acara pada jam kerja, maka hanya Bang Aswi yang bisa menghadiri acara tersebut.

hotel-aston

Foto diambil dari koleksi foto di Facebook Bagus Rully.

Acara tour keliling Hotel Aston Braga City Walk Bandung dijadwalkan dimulai jam 16.00 WIB. Tapi sekali lagi, karena kebanyakan blogger adalah kaum pekerja dengan jam kerja sampai jam 17.00 WIB, maka baru setelah jam itu para blogger bisa berkumpul di Braga City Walk. Aku sendiri baru bisa bergabung setelah maghrib. Jadi aku tidak ikutan acara briefing awal serta tidak menikmati jamuan sore dari pihak Hotel Aston Braga City Walk Bandung. Bersama rombongan blogger yang berjumlah belasan orang itu, aku melihat-lihat berbagai room yang ditawarkan oleh pihak Aston. Ada yang memiliki 1 kamar tidur, 2 kamar tidur, sampai 3 kamar tidur. Kami juga diajak untuk melihat-lihat ruang makan, lounge, kolam renang, meeting room, dll. Keterangan lebih lengkap beserta harga masing-masing room bisa dilihat di situs Hotel Aston Bandung.

tos-raos

Foto diambil dari koleksi foto di Facebook Donny Reza.

Catatan dari aku, Hotel Aston Braga City Walk Bandung ini layak jadi pilihan untuk para wisatawan luar kota yang hendak menginap di Bandung karena lokasinya yang strategis. Berada di dalam mall di kawasan bersejarah kota Bandung, dekat dari stasiun kereta api, dekat pusat perbelanjaan, dll. Selain itu, konsep ramah lingkungan yang diusungnya layak menjadi panutan bagi industri lain. Karena kepedulian kitalah yang dapat menyelamatkan bumi ini dari kerusakan yang semakin parah.

tips-ramah-lingkungan

Foto diambil dari koleksi foto di Facebook Bagus Rully.

Kayaknya itu aja yang dapat kutulis tentang Hotel Aston Braga City Walk Bandung. Tulisan terkait dapat dibaca di blog-nya Amel, Bagus Rully, dan Catur.
Untuk informasi lebih lengkap lagi, silakan menghubungi:
Aston Bandung Hotel & Residence
Jl. Braga No. 99-101 Bandung 40111 - Indonesia
Telp : +62-22 844 60000
Fax : +62-22 844 60100
Email : info@astonbandung.com
Web: http://www.astonbandung.com

NB: Buat siapa pun yang nantinya menang, selamat menikmati hadiahnya ya.. :-)

Category: Sharing  One Comment

Yup, aku suka Peterpan sejak lagu pertama mereka “Mimpi Yang Sempurna”. Itu sekitar tahun 2002 – 2003, kalo gak salah. Tapi aku suka bukan karena Ariel cakep. Kalo ada yang pernah liat penampilan awal mereka, pasti akan sepakat bahwa waktu itu mereka masih sangat cupu.
Aku suka Peterpan karena kata-kata di lagunya, dan karena musiknya.
Tapi sebenarnya, jika kita beneran suka ama sesuatu, kita gak perlu alasan apa pun. Kita suka karena kita suka. Itu aja.

ariel

Foto di atas adalah salah satu foto konser “Untukmu Sahabat”, di Sabuga tanggal 19 Maret 2009 kemarin. Kabarnya sih konser terakhir mereka di Bandung sebelum nantinya mereka akan berganti nama.
Tiket VIP seharga Rp 150 ribu, “hanya” untuk mendengarkan 10 lagu selama kurang lebih satu jam, dari jarak yang cukup jauh karena kami duduk di tribun. Mahal? Jika dibandingkan tiket harian Java Jazz seharga Rp 175 ribu, di mana aku bisa menonton Peabo Bryson, Tompi, Kla Project, Maliq and D’Essential, dan 3 performance lain pada hari Minggu tanggal 8 Maret 2009, memang kayaknya mahal.
Tapi untuk sesuatu yang kita suka, gak perlu deh semua hitungan itu. :-)

Category: Event  Tags:  One Comment

Berkat program promo dari BNI Credit Card yaitu beli 1 gratis 1 untuk daily ticket (yang artinya kita dapet diskon 50%), akhirnya aku pergi nonton Java Jazz Festival 2009. Ternyata ada gunanya juga aku punya BNI Credit Card, padahal udah berbulan-bulan gak dipake dan pernah terpikir untuk menutupnya. Meski aku bukan penggemar jazz, dan hanya tau musik jazz macam yang dibawain Andien, Syaharani dan Maliq n D’essential, aku pikir gak ada ruginya aku menghadiri event skala internasional tersebut.
Jadi aku dan Maya pun berangkat ke Jakarta pada suatu pagi menjelang siang di hari Sabtu tanggal 7 Maret 2008. Keberangkatan yang mundur dari rencana semula, lalu adanya instruksi mendadak bahwa aku harus lebih dulu njemput kakakku di Cikarang dan keponakanku di Jatinegara, kemudian masih harus nukar tiket di Disc Tarra Mal Citraland, ditambah sedikit lupa jalan waktu menuju rumah kakakku, istirahat sholat dan makan dulu, serta kemacetan Jakarta, akhirnya kami baru nyampe di JCC pada jam 5 sore. (Update: Mulai dari Jatinegara, aku dianterin kakakku pake mobilnya, dengan pertimbangan dari pada aku nyasar2 jika bawa mobil sendiri, dan kayaknya bakal susah parkir di JCC, jadi kami didrop di lokasi dan ditinggal kakakku). Padahal acara dimulai sejak jam 3 sore. Oh ya, ada sedikit cerita lucu pada saat aku mau melewati pintu pemeriksaan tiket dan tas. Ternyata pengunjung gak boleh bawa minuman. Padahal di tasku ada 1 botol teh dan 2 kaleng Pocari Sweat. Tapi karena Pocari Sweat-nya dibungkus lagi dalam tas kain kecil, yang mana itu tidak kusengaja untuk lolos pemeriksaan, maka yang terlihat oleh petugas hanya botol tehnya doang, dan aku harus meminumnya di depan petugas atau meninggalkannya di situ. Dibantu oleh kakak dan keponakanku, teh yang memang hanya tinggal setengah botol itu bisa habis (yang setengahnya lagi udah kuminum di perjalanan), dan kami pun dibolehkan masuk.
Sesampainya di dalam, semula aku berharap bisa mendapatkan jadwal pertunjukan. Ternyata jadwal itu tidak dibagikan cuma-cuma. Jadi aku hanya bisa membaca jadwal yang ditempel di tembok, dan menulisnya di kertas brosur yang kudapat. Aku berusaha menghubungi Lala yang udah dateng lebih dulu, dia bilang lagi nonton Soulvibe di ruang Cendrawasih 1&2. Aku pun nyusul ke sana, melewati padatnya antrian orang2 yang mau nonton special show Jason Mraz di Plenary Hall. Ternyata Soulvibe-nya udah selesai. Tapi berhasil ketemu Lala. Lalu kami menuju ruang Assembly 1, karena Lala mau nonton Akhsan. Di sana kami gak langsung masuk ruangan, nungguin Maya yang tadi gak barengan masuk ke JCC karena dia ada janji dengan temannya di luar. Nunggunya cukup lama, sampe akhirnya Assembly 1 udah penuh pengunjung dan pintu masuk ditutup. Akhirnya kami memutuskan gak jadi nonton Akhsan, dan menuju ruang Cendrawasih 3&4 untuk nonton Ecoutez yang akan mulai jam 18.30. Nonton sambil berdiri dan lumayan berdesak-desakan, dengan hanya beberapa lagu yang kukenal, meski kunilai bagus, tapi cukup membuatku bosen. Jadi sebelum pertunjukan selesai, kami pun keluar.
ecoutez
Balik lagi ke arah ruang Assembly, kali ini ke Assembly 2, si Lala ngajak nonton Tohpati & Dewa Budjana yang akan mulai sekitar jam 20.30. Saat itu masih sekitar jam 19.30, dan kalo diliat dari jadwal, ada RAN di jam 19.40. Aku, Maya, dan kakakku ingin nonton RAN di Exibition Hall. Tapi Lala tetep mau nunggu Tohpati & Dewa Budjana. Dan keponakanku yang ternyata capek berdiri nonton Ecoutez tadi memilih untuk tinggal bareng Lala, daripada ikut kami pindah ke ruangan lain. Jadi kami pun berpisah. Nyampe di Exibition Hall yang ruangannya sangat luas, ternyata pertunjukan RAN baru dimulai sekitar jam 20.00. Dan ternyata di sini lebih membosankan. Karena RAN baru mengeluarkan 1 album, jadi yang mereka nyanyikan pun lagu yang itu-itu saja. Tapi di sini lumayan, kami bisa nonton sambil duduk, meski jadi jauhhh dari panggung. Baru beberapa lagu, penonton udah banyak yang keluar ruangan. Kami bertiga pun akhirnya keluar sebelum pertunjukan selesai. Rencananya mau kembali ke Assembly 2. Tapi ketika melewati Plenary Hall, kami ngeliat pertunjukan Glenn Fredly baru akan mulai, jadi kami pun masuk ke sana. Waktu itu sekitar jam 20.30. Kali ini Glen Fredly tampil khusus membawakan lagu2 Chrisye. Di sini aku baru mulai ngerasa enjoy, meski nontonnya sambil berdiri. Tapi baru mau lagu ketiga, ada SMS dari Lala bahwa keponakanku ngerasa kelaparan dan kehausan. Doh.. aku lupa bahwa meskipun badan keponakanku itu sudah lebih tinggi dari aku, tapi dia tetap anak SMP yang seharusnya jam 9 gini udah makan malam dan mungkin udah siap2 mau tidur. Aku pun keluar Plenary Hall ninggalin Maya dan kakakku (oh ya, supaya tidak ada yang salah paham, kakakku yang ini bukan ibu dari keponakanku yang itu). Pergi ke Assembly 2 dan menunggu keponakanku keluar, karena aku pikir akan lebih susah lagi kalo aku nyari di dalam. Lala dan keponakanku akhirnya keluar, dan Lala cerita bahwa untung dia masih punya coklat sebatang, jadi bisa dibagi ke keponakanku itu. Makasih ya La, engkau memang baik hati sekali.. *peluk2 Lala* :-D
Kami lalu berpisah, karena Lala mau nonton pertunjukan lain. Aku dan keponakanku menuju tempat makan yang berada di dalam lokasi JJF ini. Sambil kuberikan 1 kaleng Pocari Sweat ke dia, yang langsung diminum habis. Huhu.. ternyata dia bener2 kehausan. Waktu jalan ke tempat makan, aku liat banyak banget orang yang makan sambil duduk di pinggir jalan. Sesampainya di tempat makan itu, suasananya rameee banget. Di mana-mana ngantri. Ada counter yang nggak pake ngantri, tapi keponakanku gak suka menunya. Dia pengin makan Bakmi GM, tapi kemudian nggak jadi karena antriannya paling parah. Akhirnya kami membeli nasi goreng dan roast chicken rice yang harganya 35 ribu seporsinya. Emang mahal banget, tapi biarlah. Daripada nanti aku diomelin kakakku karena telah mendzalimi anak kecil :-D . Beli air mineral pun gak kalah mahal, kemasan botol kecil harganya 5 ribu. Meja kursi di tempat tersebut udah penuh orang, jadi aku ngajak keponakanku keluar dan bergabung dengan orang2 yang tadi makan sambil duduk di pinggir jalan. Pertimbangan lain adalah supaya nanti jika kakakku dan Maya mencari kami, akan lebih mudah menemukan kami di luar daripada di dalam tempat makan yang penuh sesak manusia itu. Segitu penuhnya manusia, bahkan di luar pun kami kesulitan nyari tempat buat duduk. Sampe akhirnya ada juga tempat kosong yang cuma cukup untuk 1 orang. Aku suruh keponakanku duduk di situ dan makan. Dia nampak ragu2. Secara anak itu memang bersihan, dia kayaknya agak risih makan di situ, sementara di depannya banyak sampah bekas makanan berserakan. Ya, memang kondisi di tempat itu amat sangat kotor. Orang2 yang selesai makan meninggalkan sampahnya begitu saja, menumpuk di pinggir jalan. Aku liat bukan semata kesalahan orang2 itu. Di tempat itu tidak ada tempat sampah yang tersedia. Yang ada hanya plastik2 hitam besar yang isinya udah penuh sampah, tidak segera diangkut petugas lalu diganti dengan plastik yang baru. Tapi mungkin karena beneran lapar (waktu sudah menunjukkan pukul 21.30), akhirnya dia mau duduk dan mulai makan. Aku berdiri menunggu di depan dia, sambil berusaha menghubungi kakakku dan Maya, yang rupanya lagi nonton pertunjukan di panggung yang di luar. Aku minta mereka gabung dengan kami dan ikut makan di sini. Beberapa orang di samping keponakanku udah selesai makan dan pergi, sehingga aku bisa duduk dan mulai makan. Nasi gorengnya ternyata gak enak. Rasanya hambar, dan agak keras. Mungkin bikinnya udah dari pagi atau siang, dan cuma diangetin sebentar doang sebelum diberikan kepada pembeli, jadi gak fresh. Trus inget tadi ngeliat penjualnya sampe berkeringat-keringat melayani pembeli yang kayaknya gak abis-abis. Jangan2 ada keringat yang netes ke makanan yang dia jual.. hwahahaha.. Ah sudahlah, aku paksain makan biarpun gak sampe abis, daripada masuk angin. Kakakku dan Maya dateng, dan mereka pun makan di situ. Kakakku ngajak pulang. Jadi aku telpon ke kakakku yang satunya, minta supaya kami dijemput. Selesai makan, sambil menunggu jemputan, kami kembali ke dalam gedung, nonton pertunjukan yang di panggung di luar ruangan. Kami melihat beberapa artis, ada Indra Bekti, Farhan, Uli Herdinansyah, Fedi Nuril, dll. Maya bilang, coba kalo ada Ariel, pasti pengunjung rame minta foto bareng :-D . Lalu ada berita dari kakakku, dia udah deket ke lokasi JCC, dan kami diminta keluar. Waktu sedang jalan keluar, ada SMS dari Lala yang rupanya sedang ngantri mau nonton Matt Bianco. Tapi ketika dia tau kami udah mau pulang, dia memutuskan pulang juga. Dia mau ikut mobil kakakku sampe ketemu taxi untuk ke rumahnya. Jadi kami pun nunggu Lala dulu, baru bareng2 keluar ke jalan, dan mencari mobil kakakku yang nunggu agak jauh dari gerbang JCC, karena kalo ikutan masuk, pasti akan terjebak kemacetan mobil pengunjung yang mau pulang juga. Kami naik mobil, lalu pergi dari situ, nganterin Lala sampe dapet taxi, baru pulang ke Jatinegara. Sampe rumah udah tengah malam. Kecapekan. Istirahat dulu untuk besoknya kembali ke JCC. :-)

(bersambung)

Category: Event  Tags:  12 Comments
11
Mar

(Karya Chairil Anwar)

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Sumber: Wikipedia Indonesia

Category: Song n Poem  Tags:  Comments off

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Category: Life  Tags:  Enter your password to view comments