Awalnya aku tau tentang rencana komunitas Bandung Blog Village atau BBV mau ngadain acara tentang blog yang melibatkan sekolah-sekolah adalah pada saat aku bertemu Ihwan di acara buka puasa bersama di Roemah Nenek bulan Ramadhan, September yang lalu. Waktu itu Ihwan menyampaikannya secara sekilas, sekaligus menanyakan apakah Telkom bisa berpartisipasi dalam acara yang ditujukan untuk mendukung tema Pesta Blogger 2008 yaitu “Blogging for Society”. Aku bilang, insya Allah bisa.
Setelah itu, seiring dengan berita mundurnya pelaksanaan Pesta Blogger 2008, kabar tentang acara itu pun tidak kuterima lagi. Pernah kutanya pada Ihwan, dia bilang masih sedang dirapatkan dengan para pengurus BBV. Baru sekitar pertengahan bulan November, Ihwan mengirimkan proposal acara tersebut padaku. Aku teruskan proposal itu ke temenku yang bisa ngasih sponsorship untuk komunitas. Dukungan sejumlah nilai tertentu pun disetujui. Aku lalu menginfokan hal itu kepada Ihwan.
Setelah itu, kelanjutan berita tentang acara itu sempet vakum lagi. Sampe-sampe temenku yang mau ngasih sponsor nanyain ke aku, jadi apa nggak acaranya? Kalo nggak, uang itu akan dia kasihkan ke acara lain, karena di perusahaan seperti tempatku bekerja, permintaan sponsorship selalu ada tiap hari. Sempet rada panik juga aku. Aku kontak si Ihwan. Kata dia, ada perubahan acara menjadi lebih besar, makanya perlu persiapan lebih matang. Sekitar tanggal belasan bulan Desember, baru Ihwan mengirimkan kembali proposal yang sudah direvisi itu.
Ternyata acaranya emang banyak berubah. Dari semula hanya talkshow, training dan lomba blog. Kemudian berubah menjadi rangkaian acara yang diberi nama Bandung Blog Vaganza 2008, yang meliputi workshop mading online tanggal 20 Desember 2008, kompetisi mading online untuk sekolah-sekolah selama tanggal 22 Desember 2008 sampai 10 Januari 2009, dan nantinya akan ditutup dengan talkshow online pada tanggal 19 Januari 2009. Selain itu ada kerja sama dengan WordCamp Indonesia, sehingga pemenang kompetisi mading online akan diberangkatkan ke acara WordCamp Indonesia di Jakarta tanggal 17 – 18 Januari 2009. Wuih.. keren nih, sayang kalo dilewatkan, pikirku.
Jadi hari Sabtu 20 Desember itu pun berangkat ke ComLabs ITB, tempat acara workshop berlangsung. Kata Ihwan, acara mulai jam 12.30 WIB. Tapi karena aku bukan peserta, aku pun baru datang sekitar jam 14.00 bersama Maya. Di sana aku ketemu dengan Ihwan, Yudha, Diki, Yudha yang lain, dan juga Mas Amal. Selain itu ada beberapa blogger BBV yang udah pernah kutemui sekali di RK (yang ternyata menjadi salah satu sponsor juga), ada juga yang baru pernah ketemu di situ, jadi aku belum kenal.
Peserta workshop terdiri dari siswa/siswi SMA/SMK sekitar 30 orang, masing-masing mendapat 1 komputer. Pembicara pertama dari Detik.com Bandung yaitu Pak Salomo Sihombing dengan materi etika penulisan mading online. Materi kedua disampaikan oleh Fikri mengenai praktek penggunaan Wordpress. Materi ketiga mengenai isu-isu yang dapat digunakan sebagai konten mading online, disampaikan oleh Jalu Pradhono yang bertindak sebagai pembicara dari pihak LSM Climate Change Center. Jalu menjelaskan tentang pentingnya mading online untuk mengurangi penggunaan kertas. Karena proses pembuatan kertas banyak sekali efek buruknya bagi lingkungan, dari mulai penebangan pohon, pemanasan global, dll.
Materi terakhir, dan kayaknya paling menarik, adalah tentang lay out mading online, disampaikan oleh Diki. Diki menerangkan dari mulai cara mendownload tema mading, membuat kategori-kategori mading, cara upload berita dan foto, dll. Bila para peserta workshop mengimplementasikan dengan baik, maka madingnya tidak akan kalah dengan majalah online seperti Media Ide atau Twentea.
Setelah semua materi disampaikan, giliran Ihwan menjelaskan tentang kompetisi mading online. Nantinya tiap sekolah peserta kompetisi akan mendapatkan satu sub domain untuk tempat mading online masing-masing. Dan ternyata panitia acara tidak melepaskan para peserta begitu saja. Tiap sekolah mendapatkan 1 orang mentor dari BBV. Mentor ini akan bertugas membimbing peserta workshop dan kompetisi selama mereka membangun dan mengisi mading onlinenya.
Selain itu, selama berlangsungnya acara, banyak doorprize yang dibagikan dari para sponsor yaitu dari TelkomFlexi, TelkomSpeedy, QWords dan Republik Kuliner. Saking banyaknya, kayaknya semua peserta mendapatkan hadiah, dari mulai gantungan kunci, tas kecil, voucher all you can eat, topi, kaos, dll. Dan doorprize utama berupa hape dari TelkomFlexi berhasil dimenangkan oleh peserta dari SMKN 4 Bandung. Selamat ya…
Liputan tentang acara ini dapat dibaca juga di:
- Blognya BBV
- Detik.com
- Pikiran Rakyat
Kesanku tentang acara ini adalah keren banget. Hal pertama yang membuatku salut adalah ide acaranya yang menggabungkan trend nge-blog, kegiatan ekskul mading sekolah, dan isu tentang lingkungan yang sedang hangat diperbincangkan. Ada pelajaran yang didapat tentang pemanfaatan internet secara mudah untuk mendukung kegiatan positif di sekolah, bagaimana ide-ide mereka yang sebelumnya hanya bisa dinikmati warga sekolah mereka, sekarang akan dapat dibaca oleh dunia. Selain itu ada pelajaran moral yang disampaikan, bahwa kita dapat melakukan tindakan nyata untuk ikut menyelamatkan bumi tempat kita tinggal ini (asal jangan dijawab bahwa keuntungan yang diperoleh dengan pengurangan penggunaan kertas akan digantikan oleh masalah yang ditimbulkan akibat pemakaian listrik yang lebih banyak akibat penggunaan internet, atau makin banyaknya sampah digital, atau hal-hal lain
). Kegiatan ini adalah kegiatan yang memberikan pijakan terhadap hal-hal positif di masa depan, bukan sekedar kegiatan yang begitu selesai akan dilupakan begitu saja.
Hal kedua yang aku salut adalah tentang kerja sama. Karena kegiatan ini adalah kegiatan besar, maka BBV tidak bekerja sendiri. Dia menggandeng pihak KM ITB, ComLabs ITB, LSM Climate Change Center, bahkan WordCamp Indonesia. Dukungan kerja sama dari pihak-pihak lain itu tentu saja tidak akan terjadi tanpa networking yang baik. Dan itu telah dibuktikan oleh BBV.
Output dari acara ini yang pasti adalah sebuah situs yang menjadi pusat mading online para peserta kompetisi. Yang menjadi pertanyaanku adalah setelah kompetisi ini berakhir dan pemenangnya sudah ditentukan, akan menjadi apa situs ini? Apakah akan terus dipelihara? Mudah-mudahan iya, karena sayang sekali kalo konten yang sudah demikian bagus lalu menjadi berhenti karena alasan teknis yang sebenarnya mudah diselesaikan. Siapa yang akan memelihara? Apakah nanti akan diserahkan ke para peserta kompetisi untuk selanjutnya dimuat dalam domain sekolah mereka masing-masing? Hmm.. kita lihat nanti kelanjutannya. Barangkali nanti akan ada sponsor yang bersedia mendukung pemeliharaan konten ini.
Btw, terima kasih banget buat Pak Jojo dari Telkom RDC dan dan Bu Deby dari Telkom DIVRE III yang telah membantu sponsorship untuk acara ini.
Update:
O ya tentu saja tidak ada gading yang tak retak. Demi perbaikan ke depan, aku pikir aku harus juga menyampaikan kekurangan acara tersebut, yaitu jumlah peserta yang kurang dari target. Dari target 50 sekolah masing-masing 3 peserta, yang datang hanya 10 sekolah masing-masing 3 peserta. Aku baca di blog BBV, untuk acara yang dilaksanakan di ComLabs ITB, memang harus diperhatikan banget masalah undangannya. Karena melihat pengalaman acara2 yang sudah lewat, biasanya pesertanya sedikit. Kenapa ya? Apa karena serem ama judul ruangannya? Hehehe… mudah-mudahan bukan itu. Apa karena jumlah sekolah yang diundang kurang banyak? Jika target 50 sekolah, maka mungkin sebaiknya undangan harus disebar ke tiga kali jumlah itu. Apa karena penyebaran undangan terlalu mepet dengan pelaksanaan acara? Atau karena hal lain?
Aku menyampaikan ini bukan dengan maksud gimana-gimana. Hanya rasanya sayang aja kalo acara sebagus itu, hanya diikuti peserta yang sedikit. Mudah-mudahan acara lanjutannya nanti lebih baik.










Recent Comments