Minggu terakhir bulan Ramadhan kemarin memang jadi minggu buka bersama buatku. Setelah minggu sebelumnya menghadiri “Silaturahmi Komunitas Kreatif”, kemudian 4 hari setelahnya disibukkan dengan persiapan dan pelaksanaan “Ramadhan Fair” Telkom DIVRE III (sebagian kisahnya aku tulis di sini), maka hari Senin diawali dengan acara buka puasa bersama Big Boss-2 bersama Mitra Authorized Dealer. Tempatnya di Café Black Pepper Jl. Maulana Yusuf, di Bandung tentunya. Menu yang kami pilihkan untuk sekitar 22 tamu adalah steak, meski sebenarnya café tersebut juga menawarkan masakan Indonesia. Menurutku, steak di sini cukup bisa direkomendasikan. Dan yang jelas, ada hotspotnya lho. .. (powered by Speedy
). Seperti halnya jamuan bisnis lain, tentu saja berlaku kalimat: “Tidak ada makan malam gratis”. Di sini, selain ngobrol-ngobrol informal sekaligus perkenalan (karena Big Boss-2 kami memang baru bertugas di DIVRE III mulai tanggal 1 September 2008 lalu), ada juga pembicaraan khusus menyangkut kesiapan Flexi menyambut Lebaran.
Hari Selasa, ada dua undangan buka bersama yang keduanya berat kutinggalkan, Pertama, buka bersama pluker Bandung yang digagas dan disponsori oleh Rienayesha dan Mas Eko. Bertempat di Café Roemah Nenek di Jl. Taman Cibeunying, acara bukber ini dihadiri sekitar 20-an plurker. Aku berangkat dari kantor bersama Yudha. Kalo yang ini bener2 gratisan, thanks to Rienayesha dan Mas Eko. Udah gitu, tiap plurker bebas memilih menu yang diinginkan, tanpa batasan. Jadi jangan heran kalo di situ Amel dan Nanas, biar badannya mungil-mungil, tapi bisa menyantap hidangan berporsi-porsi
. Aku juga ketemu dengan Iyo, blogger kelas 3 SMP yang kabarnya mulai ngeblog dari SD, yang kaget karena alamat blognya tercantum di Buletin Urang yang dibagi-bagikan oleh Yudha. Lalu ada Ihwan yang menawarkan kerja sama dengan Speedy. Beberapa foto acara ini bisa dilihat di flickr-nya Mas Amal.
Aku tidak sempet banyak ngobrol dengan plurker lain karena aku harus pamit duluan. Ada undangan lain yang sayang dilewatkan juga, undangan dari temen kuliah yang jauh-jauh datang dari Makassar. Pagi harinya dia ada jadwal sidang proposal tesis. Mumpung di Bandung, dia ngajak kami temen2 kuliahnya untuk buka bersama. Aku sampe di lokasi Rumah Makan Sindang Reret sekitar jam 19.00. Acara makan-makannya sudah selesai, tinggal ngobrol-ngobrol dan sharing pengalaman. Sengaja mereka tidak mau cepet-cepet bubar, karena nunggu aku datang. Ujung-ujungnya kami saling menyemangati supaya semua bisa selesai sidang tesis paling lambat bulan Maret 2009 (hihihi.. mundur deh dari rencanaku semula, bahwa akhir tahun ini aku udah harus beres kuliahnya
)
Selanjutnya hari Rabu, aku dapet undangan buka bersama dengan temen2 Koperasi. Sebelumnya acara ini dijadwalkan hari Selasa juga. Tapi karena aku bilang aku udah ada acara lain di hari Selasa, akhirnya panitia berbaik hati mengundurkan jadwal menjadi hari Rabu. Acaranya di Hartz Chicken di Jl. Setiabudhi. Di sini semua boleh makan sepuasnya. Tapi dasar kapasitas perutku yang kecil, maka yang masuk hanya beberapa potong kentang, 4 iris ayam, 2 potong cake bertabur keju, dan eskrim. Tidak terlalu sedikit sebenarnya, tapi dibandingkan yang lain mah aku jadi keliatan menguntungkan yang punya rumah makan. ![]()
Hari Kamis seharusnya jadi hari yang menyenangkan, karena ada jadwal nonton bareng Laskar Pelangi bersama 50 Flexter dan blogger jam 17.00 di Blitz Megaplex PVJ. Tiket diberikan gratis kepada Flexter dan blogger, hanya dengan satu syarat: pake Flexi
. Duh tapi sayangnya di hari itu juga ada jadwal buka bersama Big Boss-1 dengan para Mitra Authorized Dealer. Sebagai salah satu penanggung jawab acara, gak mungkin dong aku ijin demi nonton Laskar Pelangi itu. Untungnya ada temen yang berbaik hati mencarikan tiket di jam lain. Seharian itu memang Telkom memborong banyak tiket nonton LP, secara Telkom merupakan salah satu sponsor utama film yang berdasarkan novel laris karya Andrea Hirata (yang sampai saat ini masih tercatat sebagai pegawai Telkom). Bertiga bersama Erna dan Maya, kami pergi ke Blitz sekitar jam 13.00. Film dimulai jam 13.30. Meski berusaha menikmati, tapi sebenarnya aku dan Erna gelisah dan bolak-balik lihat jam. Akhirnya jam 14.30 kami memutuskan keluar, meninggalkan Maya sendirian menonton sampai selesai. Erna menuju Opulence Lounge tempat acara akan berlangsung, sedangkan aku kembali ke kantor menyiapkan beberapa dokumen yang akan ditandatangani. Sekitar jam 17.00 kami berangkat ke lokasi. Selain acara buka bersama dan silaturahmi, diserahkan juga beberapa penghargaan. Dengan segala ketidaksempurnaan, akhirnya acara itu selesai juga
.
Btw, sedikit mau ngebahas film Laskar Pelangi. Meski hanya nonton 1 jam lebih dikit, aku bisa tau bahwa film ini keren banget. Gambar-gambarnya sangat indah. Lalu para pemain ciliknya yang begitu natural, dengan logat Melayunya. Sedikit aku sayangkan adalah para pemain seniornya seperti Slamet Rahardjo, Tora Sudiro, Cut Mini. Bukan.. bukan karena permainan mereka jelek. Tapi kenapa ya tidak dicarikan pemeran-pemeran baru yang natural juga? Seolah-olah yang bisa main film bagus hanya bintang2 yang aku sebutkan sebelumnya. Atau mungkin ini hanya strategi dagang, karena kalo pemainnya baru semua, mungkin Miles khawatir kurang bisa ngejual. Whatever lah… Aku masih pengin nonton lagi nanti.. Dan kalo nantinya VCD/DVD originalnya keluar, aku pasti akan beli..
Archive for » September, 2008 «
Sebenarnya acara di Jakarta itu sudah kami ketahui dari seminggu sebelumnya. Tapi undangan resmi beserta info jumlah peserta yang boleh diajak baru kami dapatkan pada hari Senin tanggal 15 September 2008. Jadi baru pada hari itulah aku dan Bu Deby merencanakan perjalanan. Memesan bus, mendata nama-nama peserta, dll. Khusus untuk peserta, tidak susah kami dapatkan. Berbagai media tersedia, dari mulai via telepon atau SMS, FlexiMilis, dan yang paling up to date adalah via plurk. Ya, ternyata plurk itu berguna untuk mengundang orang pada saat kita gak tau nomor telepon dan alamat emailnya. Makasih buat Mas Amal yang merespon secara positif undangan kami meski hanya via plurk
Jadi kami pun berangkat hari Rabu tanggal 17 September 2008, sekitar jam 12 siang. Agak meleset dari jadwal jam 11.30, karena ada sedikit sambutan dari perwakilan manajemen. Total yang berangkat 24 orang, berkurang dari rencana semula 28 orang. Btw, sampai Rabu pagi jumlah peserta terdaftar masih 28 orang. Sedangkan kapasitas bis hanya 27 orang. Aku udah sempet menyatakan pengunduran diri. Tapi ternyata menjelang detik-detik keberangkatan, beberapa Flexter menyatakan berhalangan, sehingga akhirnya aku pun terbawa. Oh ya, 24 orang itu terdiri dari 2 orang dari Telkom DIVRE III, 3 orang dari Telkom RDC, 7 blogger (dari Batagor dan BBV) dan 12 Flexter. Dari 7 blogger itu ternyata 6 di antaranya adalah mahasiswa/alumni STT Telkom a.k.a IT Telkom. Sehingga terdengar candaan bahwa ini adalah rombongan wisata IT Telkom. Ditambah lagi 3 dari 5 orang Telkomnya pun merupakan lulusan STT Telkom. Tapi ini hanyalah kebetulan semata, tidak ada unsur rekayasa.
Kami sempet istirahat sholat sebentar di salah satu rest area di tol Cikampek. Kemudian kami sampai di pintu tol Pondok Gede sekitar jam 14.15. Terperangkap dalam kemacetan Jakarta, kami sampai di lokasi acara yaitu Café Manchester United Sarinah sekitar jam 15.30. Setelah selama beberapa saat harus antri untuk mengisi buku tamu, akhirnya kami bisa masuk ke dalam café itu. Tentu saja tidak ada makan-makan, karena bulan puasa. Kami hanya duduk-duduk dan ngobrol-ngobrol. Tamu-tamu lain makin banyak yang berdatangan, dari berbagai komunitas. Eh.. kayaknya dari tadi aku belum menyebutkan acara apa ini sebenarnya. Ini adalah launching situs Pasar Kreasi, penyerahan hadiah lomba Flexter Blogging, dimulainya lomba fotografi, yang dikemas dalam suatu acara berjudul “Silaturahmi Komunitas Kreatif”. Jika dulu penghuni situs MyFLexiLand dijuluki Flexter, maka penghuni situs Pasar Kreasi diberi nama Komunitas GEMA++ (Games, Edutainment, Music, Animation, Graphic Design, Photography).
Berbagai komunitas itu membentuk kelompok-kelompok kecil sesuai minatnya. Kecuali Mas Koen yang mungkin karena merasa sebagai tuan rumah, sehingga berusaha hinggap di berbagai meja untuk menyapa banyak orang. Meski akhirnya dia berakhir duduk bersama komunitas yang paling sesuai dengan jiwanya, yaitu komunitas blogger. Acara secara keseluruhan biasa-biasa saja, seperti yang ditulis Pak Budi Rahardjo. Apalagi karena mulainya yang terlambat dari jadwal, maka ada beberapa acara yang dipadatkan, bahkan dihilangkan. Ada sambutan2 pejabat Telkom yang nampaknya kurang begitu didengarkan karena semua asik ngobrol sendiri-sendiri, penyerahan hadiah lomba Flexter Blogging, dan peresmian situs Pasar Kreasi yang ditandai dengan ditekannya tombol sirene oleh perwakilan komunitas GEMA++, Flexter dan Blogger. Yang cukup menghibur bagiku hanya penampilan band KANDA yang kabarnya baru akan meluncurkan albumnya menjelang lebaran. Btw, band KANDA adalah singkatan dari Kami ANak bersauDAra. Jadi personelnya merupakan kakak adik dalam satu keluarga.
Menjelang saat adzan maghrib, acara seremonial itu berakhir. Para undangan dipersilakan mengambil hidangan buka puasa. Ada satu kejadian lucu di sini. Pak Jojo, salah satu rekan kami dari RDC, memang tidak menjalankan puasa. Jadi setelah mengambil air minum, beliau langsung meminumnya. Aku yang melihatnya lalu mengingatkan, “Pak, jangan minum dulu.” “Lho kan udah adzan?” tanya beliau. “Belum, Pak. Mereka baru antri ngambil makanan, tapi sebenernya belum adzan. Takutnya nanti orang-orang lain menyangka udah adzan, lalu ikut-ikutan minum. Kan kasian..” Beliau pun terlihat malu dan meletakkan gelasnya. Hihihi.. gak papa sih Pak, namanya juga gak tau..
Setelah makan dan sholat maghrib, rombongan dari Bandung pun pamit. Perjalanan masih jauh, dan esok harinya masih harus masuk kantor. Sempet terjebak macet di sekitar KM 44 – 48, dan sejenak mampir istirahat di KM 57, akhirnya kami sampai kembali di kantor Flexi Center Juanda sekitar jam 12 malam. Itu pun belum selesai. Banyak yang masih harus menempuh perjalanan ke Dayeuh Kolot, Cimahi, dll. Huh.. memang hari yang melelahkan. Untuk itu aku harus mengucapkan terima kasih kepada mereka-mereka yang telah bergabung bersama kami, merelakan waktu kerja, waktu kuliah, atau waktu luangnya untuk ikut pergi ke Jakarta. Catatan khusus buat Diki yang sampe bela2in kerja selama di bis, demi bisa ikutan tapi tanpa mengabaikan kewajiban pekerjaan. Menempuh total waktu 12 jam, sementara efektif di acaranya hanya sekitar 3 jam. Tapi syukurlah dari beberapa orang yang bicara, mereka menyatakan bahwa hari itu menyenangkan. Mungkin bukan karena acaranya, tapi kesempatan bertemu temen2 dari kota lain dan bertukar pikiran dengan mereka. Apapun itu, semoga mereka gak kapok kalo lain kali diajak capek-capek kayak gini lagi.
Oh ya, ucapan terima kasih juga layak disampaikan kepada panitia acara, khususnya Cak Usma. Dengan segala ketidaksempurnaan acara, kami harap Cak Usma tidak kapok mengundang kami ke acara2 lain.
Tulisan lain yang terkait bisa dibaca di blog-blog berikut ini:
1. Adham Somantrie
2. Budi Rahardjo
3. Chika Nadya
4. Ikhlasul Amal
5. Kuncoro Wastuwibowo
6. Yudha P. Sunandar
7. dll
Btw, ada satu hal yang terlupa di acara tersebut. Janji Mas Koen untuk ngajak para juri (internal dan eksternal) berfoto bersama tidak terpenuhi. Mungkin karena juri yang tidak lengkap datang, mungkin karena keriweuhan acara, pokoknya gak ada yang inget rencana itu. Padahal, karena aku gak datang di acara kopdar juri sebelumnya, aku gak pernah kenalan dengan para juri eksternal itu. Tapi ya sudahlah, udah lewat gitu lho… Mungkin lain kali, ada kesempatan lain kita bisa bertemu lagi
*Catatan: Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun. Jadi mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan
*
Udah sering aku denger banyak orang yang memplesetkan Flexi menjadi pleki, pleksi, fleksi, flexy, dll. Orang Indonesia emang kreatif2 dalam hal plesetan. Tapi yang mau aku ceritain berikut ini mah namanya kepleset
.
Jadi dalam rangka Ramadhan, Telkom Divre III menyelenggarakan program yang namanya “Ramadhan Fair”. Untuk Flexi, kami membuka lebih banyak titik penjualan di area-area keramaian selama 2 hari ini, Sabtu dan Minggu tanggal 20 – 21 September 2008. Selain itu, para pembeli hape Flexi selama dua hari itu punya kesempatan meraih hadiah motor yang akan diberikan kepada satu orang pemenang. Caranya dengan mengetik SMS dengan format “MOTORFLEXI” dan mengirimkannya ke nomor 7003. Sedangkan untuk Speedy, ada progam gratis internetan sebulan untuk pendaftaran tanggal 18 – 24 September 2008 (sama dengan progam di postingan yang ini).
Lalu tadi siang beredar kabar via FlexiMilis, bahwa dari sekian SMS yang masuk ke 7003, ada sekian persen yang tidak valid. Mau tau penyebabnya? Karena SMS yang terkirim bukan “MOTORFLEXI”. Tapi “MOTORPLEXI” atau “MOTORPLEKSI”. Duh… jadi teringat cerita “PLY OFER”. ![]()
Update
Ada titipan dari Panitia Mudik Bersama TelkomGroup. Buat temen2 yang berniat mudik tapi belum dapet tiket, bisa ikutan mudik bareng. Naik bis, gratis. Ada 4 jurusan yang tersedia: Cirebon dan Kuningan, Tasikmalaya dan Pangandaran, Yogya dan Solo, Madiun dan Surabaya. Syaratnya mudah, cuma harus punya Flexi. Pendaftaran ditunggu paling lambat hari ini. Sorry, ngasih taunya dadakan.
Kalo ada yang mau, silakan tulis komen di sini, beserta nomor Flexi yang bisa dihubungi. Dan bagi yang tidak mau, gak usah ikutan ngasih komen (antisipasi mencegah sampah
). Makasih yaa…
Ya ya ya.. Seperti sudah pernah ditulis oleh Yudha di sini, telah terbit edisi perdana Buletin Urang. Buletin yang bertujuan untuk mendorong penggunaan ICT dan untuk menyampaikan informasi seputar kegiatan komunitas di Bandung, merupakan kerja sama antara Pivijis Flexter, Klub Linux Bandung, dan tentu saja Batagor. Direncanakan terbit tiap 2 bulan, Buletin Urang mengundang temen-temen komunitas di Bandung untuk mengkontribusikan karya-karyanya dengan mengirimkan via email ke buletinurang [at] gmail.com. Tidak terbatas kepada tiga komunitas yang telah disebut di atas. Jika ada komunitas lain yang berminat ikutan bergabung, kayaknya Yudha akan menerima dengan senang hati. Betul ya, Yud?
Atau barangkali ada yang mau pasang iklan? Bisa juga kok.. *ngelirik Shasya yang mungkin mau ngiklanin IBCC*
Di sini aku tampilkan cover Buletin Urang Edisi Pertama. Kalo yang mau edisi hard copynya, sila kontak ke Yudha di telepon 022-76XXXXXX

Oh iya, selain tulisan2 bernada serius, di dalam buletin ini juga ada komik Chickenstrip yang biasa kita nikmati di blognya Diki. Dan sejujurnya buat aku, bagian ini yang paling menarik.
Jika kamu akan beli HP, selain spesifikasi dan harga, apa lagi yang jadi pertimbanganmu untuk menentukan HP mana yang akhirnya kamu pilih?
Kalo aku, jawabannya adalah WARNA
Itulah yang terjadi ketika aku berencana beli HP GSM baru, untuk menggantikan HP GSM lamaku yang udah mulai error (mendadak mati sendiri padahal gak di-off-kan. Trus kalo dihidupin, dia minta “Insert SIM”. Lha padahal kartunya udah ada di dalem
). Lalu setelah searching2 berbagai tipe HP, membandingkan spek dan harga yang sesuai selera, sampe tinggal 2 calon kuat yaitu merk Nokia dan Sony Ericsson. Yang satu warnanya silver standar, yang satunya merah marun keren. Dan yang kubeli adalah yang Sony Ericsson.
Btw, sebenarnya HP GSM bukan kebutuhan primer bagiku. Hanya sekedar pelengkap saja, buat hiburan. Karena HP pertamaku tetap yang CDMA. Nomor yang aku publish ke banyak orang adalah nomor Flexi. Nomor Halo hanya untuk keluarga, beberapa temen deket, boss (karena mereka hobby ngasih instruksi yang panjang-panjang via SMS), dan bank. Entah kenapa para bank hanya mau nelepon ke telepon rumah atau ke GSM. Jarang sekali bank yang mau nelepon ke Flexi, meski nomor itu selalu aku berikan sebagai nomor pertama. Apa mereka segitu kupernya sehingga nggak tau kalo nomor Flexi juga bisa mobile? Tapi biar aja. Aku juga males nerima telepon mereka, karena isinya paling-paling cuma nawarin hutang baru, atau ngingetin tagihan yang jatuh tempo.










Recent Comments