Archive for » August, 2008 «

For your information:

PROGRAM SPEEDY INTERNETAN GRATIS SEBULAN PENUH

1. Deskripsi: Program Internetan Gratis Speedy dalam waktu 1 bulan untuk pendaftaran tanggal 26-28 Agustus 2008.

2. Gymmick: Kepada pelanggan yang mendaftar tanggal 26-28 Agustus 2008
a. Gratis Tagihan September (usage Agustus, sejak pendaftaran);
b. Gratis Tagihan Oktober (usage September);
c. Gratis Biaya Aktivasi;
d. Gratis Modem, dengan syarat komitmen berlangganan selama 6 bulan.
Jika pelanggan tidak berkomitmen selama 6 bulan, hanya membayar modem sebesar Rp. 125.000.

3. Paket: Speedy Personal dan Speedy Timed Base (Paket Limited)

4. Target: Seluruh Pelanggan Resindensial dan Bisnis

5. Pendaftaran: Kirim SMS ke nomor 02270773339 (02270SPEEDY)
Caranya ketik Reg [spasi] no.telp.rumah [spasi] nama calon pelanggan.
Atau melalui stand-stand Pameran Speedy:
Bandung: BIP Food Court, BEC Food Court, Kings Kepatihan, Be Mall Food Court.
Cirebon: Plasa Telkom, Jl. Siliwangi no. 13.
Sukabumi: Plasa Telkom, Jl. Masjid 17.
Tasikmalaya: Plasa Telkom, Jl. RAA.Wiratuningrat 14 C.
Cianjur: Plasa Telkom, Jl. Ir. Juanda 9.

Ayo… Manfaatkan kesempatan baik ini sekarang juga. :-)

Category: Event  Tags:  25 Comments

Sore tadi aku ke Grapari Telkomsel yang di Jalan Banda, Bandung. Tujuannya ingin mengganti paket langganan Telkomsel Flash-ku dari unlimited menjadi paket time-based bundling modem. Sudah hampir 2 bulan aku langganan Telkomsel Flash unlimited, dan baru kupake sedikit banget. Soalnya kecepatannya yang minta ampun luambatttnya (eh ini mah bukan kecepatan ya, tapi kelambatan), bikin aku nggak sabar sama sekali. Padahal aku sebenarnya sudah cukup biasa dengan koneksi lelet, secara selama ini akses yang biasa kupake hanya dari Flexi PDN time-based yang punya kecepatan pas-pasan tapi ternyata masih lebih cepat dari Telkomsel Flash yang aku dapatkan.

Ternyata paket time-based bundling modem sudah tidak ada lagi. Yang ada tinggal yang unlimited dan yang biasa (volume-based). Ketika aku mengeluhkan akses yang sangat lambat, sang Customer Service hanya bisa menjelaskan kemampuan jaringan Telkomsel memang sedang seperti itu. Ketika aku menanyakan apakah dia bisa memberiku solusi atas masalahku, jawabannya cukup mengejutkan. Dia menyarankan aku untuk menonaktifkan Telkomsel Flashku dulu (alias cabut) dan nantinya silakan apply lagi jika jaringannya sudah bagus. Solusi yang aneh dari seorang Customer Service yang biasanya berusaha keras mempertahankan pelanggan, pikirku. Bagiku saran dia bukan sebuah solusi. Aku butuh akses internet cepat, dan aku masih berharap bisa mendapatkannya dari Telkomsel Flash. Aku pamit pulang pada petugas itu. Sambil memikirkan beberapa solusi: apakah aku akan bertahan di paket unlimited tapi dengan upgrade batasan kecepatan yang lebih tinggi, atau pindah ke volume-based, atau haruskah aku beli modem Flash sendiri, secara yang aku pake saat ini hanya HP yang aku fungsikan sebagai modem?
Turun dari Grapari, aku nyangkut di factory outlet Stamp yang ada di lantai bawah. Huuh.. baru kemarin aku mengeluhkan tentang lemari baju yang selalu terlalu penuh di sini, dan hari ini aku udah belanja lagi. Percuma dong usaha beberes turun mesin kemarin itu. :-P

Category: Sharing  Tags:  26 Comments

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka peringatan Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi yang jatuh pada tanggal 27 September, Telkom kembali akan memberikan penghargaan Best Channel Award, yang salah satu kategorinya adalah penghargaan untuk para mitra Authorized Dealer. Jika tahun lalu aku mendapat tugas untuk menilai outlet di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya (aku pernah menceritakannya di blog-ku yang lain), maka tahun ini aku mendapat bagian pergi ke kota Menado dan Denpasar.
Seperti yang aku tulis di sini, perjalananku dimulai sejak Rabu dini hari. Malam sebelumnya aku nggak sempet tidur, selain karena belum selesai packing, juga karena takut telat. Jadi aku cuma sempet tidur di bis selama perjalanan. Nyampe di Cengkareng jam 6 pagi, jauh lebih awal dari perkiraan waktu yang diberikan si penjual tiket yang bilang bis baru akan nyampe jam 7 – setengah 8 pagi. Tapi gak papa, daripada telat kan lebih baik nunggu. Aku nyari sarapan dulu, lalu nungguin temen dari Jakarta yang mau berangkat bareng.
Pesawat Batavia berangkat menuju Menado sekitar jam 9 pagi, agak terlambat dari jadwal. Perjalanan yang ditempuh sebenarnya sekitar 3 jam (dan sebagian besar diantaranya kunikmati sambil tidur). Tapi karena perbedaan waktu antara Jakarta dan Menado, maka kalo dari jam setempat maka seolah perjalanan kami adalah 4 jam. Sekitar jam 1 WITA aku dan temenku sampe di Menado dengan selamat. Menunggu bagasi dulu, jam 1.30 kami keluar Bandara Sam Ratulangi. Sudah ada rekan dari Kandatel Menado yang menyambut kami. Kami diajak makan siang dulu, lalu diantar ke hotel untuk menaruh tas, ganti baju dan sholat. Setelah semua selesai, sekitar jam 3.30, kami langsung melaksanakan tugas. Waktu kami sempit karena besok siangnya kami harus terbang lagi ke Denpasar. Sedangkan jumlah outlet yang harus kami audit cukup banyak, ada 10 outlet ditambah 1 Head Office dari mitra AD. Pertama kali kami mendatangi Head Office-nya. Mitra AD yang ini sangat bersemangat dan kooperatif. Tak heran karena di tahun sebelumnya, dia sudah pernah menang di kelas yang lain. Selain mempresentasikan profil perusaaan dia, semua pertanyaan kami juga dijawab dengan sebaik mungkin. Lalu kami diantar melihat outlet-outlet dia. Untungnya kebanyakan outlet berada di mal-mal di pusat kota. Sehingga di luar perkiraan, sampe jam 9 malem kami sudah menuntaskan penilaian di 6 outlet, dan hanya menyisakan 4 outlet lagi untuk dinilai besoknya. Hasil tersebut membuat kami optimis bahwa tugas akan dapat kami selesaikan sesuai target. Dan malam itu aku tidur seperti orang mati, pulas dan tanpa mimpi.
Besok paginya kami mulai lebih pagi, sekitar jam 8. Itu karena kami harus mengambil sampel outlet luar kota yaitu di wilayah Tomohon, sekitar satu jam perjalanan dari Menado. Tomohon itu seperti Lembang-nya Menado. Jalan menuju ke sana berliku-liku, membuat perutku serasa dikocok-kocok dan menimbulkan rasa mual. Tapi rasa mual itu hilang mendapati bahwa outlet yang kami nilai sama antusiasnya dengan outlet yang ada dalam kota Menado. Sebentar saja kami di sana, lalu kami kembali ke kota. Masih ada 3 outlet yang harus dikunjungi. Sekali lagi untungnya lokasinya tidak begitu berjauhan, sehingga sekitar jam 12 kami sudah selesai. Kami bergegas ke bandara, karena 1,5 jam lagi pesawat kami akan berangkat. Perjalanan sekitar 40 menit, sampe di sana aku disuruh lari duluan ke loket Garuda untuk ngeprint tiket (yang aku pegang baru struk ATM bukti pembayaran tiket-red), sementara temenku ngangkatin tas-tas kami. Setelah ngeprint tiket, aku dan temenku masuk ke dalam untuk check in dan menyerahkan bagasi. Makan siang pun akhirnya kami lakukan di bandara, bersama tuan rumah yang masih setia menemani kami. Setelah itu kami pamitan. Sambil digayuti rasa penyesalan karena nggak sempet jalan2 ngeliat pantai Bunaken dan gunung Menado Tua (moga2 bener gini nulisnya) yang terkenal itu. Selain foto2 outlet, hanya foto ini yang bisa aku dapetin. Lokasi di sekitar Citra Land, dalam perjalanan menuju Tomohon, aku ambil dari dalam mobil yang aku minta berhenti sebentar.

Gambar orang yang ada di situ adalah pengunjung Big Ben Menado, bukan gambarku :-).
Pesawat Garuda terlambat berangkat, sehingga kami sampai di Bandara Hasanuddin Makassar pun terlambat. Transit di sini sekitar 1 jam. Bandara Makassar yang baru itu keren banget. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Denpasar. Sampai di Bandara Ngurah Rai, kami dijemput temen dari Kandatel Denpasar, yang langsung mengantarkan kami ke hotel. Kami istirahat untuk melanjutkan tugas besok hari. Berdasarkan informasi, jumlah outlet yang harus kami kunjungi di sini lebih sedikit, hanya ada 7 buah. Tapi mitra AD-nya ada 2, jadi ada 2 kantor Head Office/Branch Office yang harus kami datangi. Berdasar pengalaman di Menado, kami optimis tugas akan bisa lebih cepat kami selesaikan.
Besoknya kami baru mulai jam 9.30, karena jam kantor swasta memang baru buka jam segitu. Tapi kemudian kami sadar bahwa kondisi di Denpasar berbeda dengan di Menado. Jarak antara 1 outlet ke outlet lainnya cukup jauh, ditambah lagi kemacetan dalam kota karena masih dalam suasana liburan hari besar Galungan. Sampe jam 12 sebelum Jumatan, kami baru bisa mengunjungi 3 lokasi. Setelah Jumatan dan makan, kami baru bisa mulai lagi jam 2. Dapet 1 outlet lagi dalam kota, dan selanjutnya kami harus pergi ke outlet di Gianyar, sekitar 1 jam lebih dari Denpasar. Seperti biasa, perjalanan darat yang agak jauh membuat perutku mual. Dan kali ini yang cukup bikin kecewa, ternyata outlet yang kami datangi tidak memenuhi syarat penilaian. Kami kemudian balik ke Denpasar. Di Denpasar, kami masih mendatangi 3 outlet lagi. Setelah itu baru kembali ke hotel. Temen assessorku menyatakan bahwa tugas kami selesai. Bila ada beberapa data pendukung yang kurang, kami akan minta tolong temen Denpasar untuk mengirimkannya via email.
Besok Sabtunya, temenku lebih dulu pulang ke Jakarta menggunakan pesawat Lion pagi. Sedangkan aku baru terbang sore harinya menggunakan pesawat Batavia. Kesempatan setengah hari aku gunakan untuk jalan-jalan ke Erlangga 2, sebuah toko swalayan yang menjual berbagai oleh-oleh khas Bali. Sebelumnya pengin ke Pasar Seni Sukowati, tapi temenku menyarankan, kalo aku nggak pinter nawar, mending ke Erlangga saja. Di sana harga jual sudah pas, jadi aku ngak perlu khawatir salah harga. Aku membeli beberapa cindera mata, gak begitu banyak karena aku memperhitungkan kapasitas tasku. Kalo kebanyakan, ntar repot sendiri, karena sekarang gak ada temen yang bisa bantuin. Setelah itu kembali ke hotel, beberes sebentar, dan berangkat ke bandara. Sholat dan makan siang aku laksanakan di bandara. Seperti biasa, pesawat terlambat berangkat. Di dalam pesawat, iseng aku motret gunung yang aku tidak tau namanya, yang pasti masih di pulau Bali.

Sampai di Bandara Sukarno Hatta Jakarta, sempet menunggu dulu sekitar 1 jam 15 menit, lalu aku lanjut naik travel Xtrans menuju Bandung. Udah lama aku gak naik Xtrans dari bandara, tapi kali ini ada yang bikin aku seneng :-) .

Sampe di Bandung udah malam. Alhamdulillah, perjalanan dinas kejar tayang alias jadi kutu loncat selama 4 hari sudah aku selesaikan dengan baik, dan kembali ke Bandung dengan selamat dan sehat :-) .

Category: Travel  3 Comments

Hari ini ikutan dateng di acaranya Batagor yang berjudul Batagor Amazing Race Bandung: Napak Tilas Kemerdekaan Ala Blogger. Kali ini aku sendirian dari Telkom. Biasanya ada yang lain yang ikutan datang. Harapan terakhir pada Bu Deby barangkali beliau mau bergabung, ternyata gak bisa dihubungi. Ya sudahlah. Sekitar jam 8, Asrul udah nelepon, sekalian ngasih tau bahwa lokasi acara jadinya di Taman Balai Kota. Untung aja dia kasih tau, kalo nggak aku bakal tersesat, karena di blognya Batagor tertulis acaranya di ITB. :-) Sekitar jam 9 kurang 10 menit, aku udah nyampe Taman Balai Kota. Asrul belum keliatan, jadi aku ndeketin Lempi. Ketemu juga ama Alfis dan dua temennya, lalu ada Debe dan Chatoer. Setelah itu aku diketemuin ama Ketua Panitia, Bayu. Sebelumnya mungkin udah pernah ketemu, tapi belum ngeh. Kepada beliau, aku menyerahkan sponsorship dari TelkomFlexi berupa 1 unit FlexiPhone dan 5 paket Kartu Perdana + Voucher Flexi Rp 25ribu untuk dijadikan doorprize dan hadiah kuis.
Jam 9 lewat dikit acara dimulai. Tapi aku malah pergi meninggalkan TKP. Bukannya apa-apa. Tadi Asrul ngusulin supaya Kartu Perdana Flexinya ditambah lagi, bukan cuma untuk doorprize, tapi juga untuk dikasih ke seluruh peserta. Jadi aku pun ke kantorku yang kebetulan deket lokasi situ. Sekitar jam setengah 12 aku baru balik ke TKP lagi. Permainan sudah selesai. Anak2 itu sedang istirahat dan makan siang. Aku nyari Asrul lagi, menyerahkan 30 buah Kartu Perdana Flexi yang dia pesan tadi. Ternyata ada Flexter Zero21 dari Jakarta yang ikutan bergabung. Rupanya kebetulan mereka sedang jalan-jalan di Bandung dalam rangka long weekend ini. Jadilah mereka ikutan meramaikan suasana.
Setelah makan siang selesai, para peserta kopdar berkumpul membentuk lingkaran. Kemudian Panitia memberi kesempatan pada Flexter untuk bicara. Asrul pun maju ke depan, dibantu salah seorang Flexter Zero21. Mereka berdua cuap-cuap tentang Flexi. Berbagai macam fitur dan keunggulan Flexi diceritakan, dari mulai Flexi Milis, Flexi Combo, Flexi Call Conference, Flexi Transfer Pulsa, Flexi Internet, Flexi Mesra, dan yang paling baru adalah Flexi Gratis Bicara, dll. Asrul sekaligus mendemokan penggunaan Flexi Call Conference yang memungkinkan kita berbicara sekaligus dengan 5 orang. Setelah menjelaskan produk2 tersebut, Asrul memberikan pertanyaan2 tentang yang sudah dia jelaskan. Bagi yang menjawab benar, akan mendapat 1 paket Kartu Perdana + Voucher Flexi, atau hanya 1 unit Kartu Perdana Flexi. Tapi setelah semua penjelasan dan pertanyaan selesai, Asrul akhirnya membagikan Kartu Perdana Flexi ke semua peserta yang mau menerimanya.
Setelah itu, acara selanjutnya adalah game-game lain. Kali ini ada yang unik. Batagor mengundang tiga pengamen untuk menghibur, sekaligus sebagai bahan game. Lalu ada juga game memindahkan kelereng menggunakan sendok. Bagi yang menang, dapet souvenir dari Qwords dan Mobile8.
Setelah semua selesai, tibalah acara yang paling ditunggu, yaitu pemberian doorprize. Kali ini ada 2 HP yang dibagikan, dari Flexi dan Hepi. Yang pertama dibagi adalah FlexiPhone. Setelah kertas undian dikocok-kocok, ternyata nama yang keluar adalah.. Yulianti, salah satu dari pengamen tadi. Semua orang pun bertepuk tangan. Semua ikhlas jika HP itu didapatkan oleh Yulianti.

Foto diambil tanpa ijin dari blognya Chatoer.
Doorprize kedua kembali diundi. Kali ini nama yang keluar adalah Chatoer. Tidak seperti doorprize pertama, kali ini para peserta protes tidak ikhlas. Hahaha.. kayaknya rejeki Chatoer emang besar ya, sering banget dia dapet doorprize di acara kopdarnya Batagor. Lain kali mungkin Chatoer harus di-banned gak boleh ikutan undian doorprize lagi. Sebelumnya di game kelereng, kelompok dia juga udah menang dan udah dapet hadiah. Yang lain gak usah keki, mungkin Chatoer memang lebih membutuhkan HP itu dari pada yang lain. Kalo yang lain kan bisa beli sendiri ya… :-D Setelah semua hadiah habis diberikan, acara pun ditutup. Terima kasih buat Batagor atas acaranya, terima kasih buat Panitia yang udah memberikan kesempatan pada para Flexter untuk bicara, dan terima kasih juga buat para Flexter atas cuap-cuapnya. Lain kali gantian kita yang jadi tuan rumah yukk… :-)

Category: Event  Tags: , ,  27 Comments

Merdeka Bicara. Bebas Bicara. Gratis Bicara.


PS:
Sorry, penjelasan menyusul. Belum sempet nulis. :-)

Category: Event  Tags: ,  9 Comments