“Apa makanan cair buat orang sakit?” tanyaku.
Mbakku menjawab, “Entrasol.”
“Kalo Ensure?” tanyaku lagi.
“Itu juga sih. Tapi bukan produk Kalbe,” kata Mbakku.
Aku jadi geli, tapi sekaligus salut. Dari dulu Mbakku selalu setia mempromosikan produk yang dibuat oleh perusahaan farmasi tempat dia bekerja. Tapi karena dia itu lumayan hobby pindah-pindah perusahaan, maka produk yang dia tawarkan pun berubah-ubah. Sekali waktu dia promosikan merk X untuk multivitamin. Tapi begitu dia pindah ke perusahaan lain, merk yang dia promosikan pun berganti. Menurutku itu sangat wajar, karena gimana pun juga, dari penjualan produk itulah Mbakku bisa mendapatkan gaji.
Cerita lain tentang seorang ibu di kantor. Dia membekali anaknya dengan Flexi untuk berkomunikasi. Pada saat performansi Flexi sedang turun kayak sekarang ini, anaknya mengeluh dan sempat minta pindah ke GSM. Si ibu itu nasihatin anaknya (kira2) seperti ini, “ Dek, kamu itu harus tetap pake Flexi. Karena Flexi itu miliknya kantor tempat Mama digaji. Karena Flexi ini, kamu bisa makan, bisa sekolah, bisa macem-macem.” Nasihat yang sederhana, nggak njelimet, tapi tepat. ![]()
Btw, aku pernah ngerasa gemes banget dengan temen yang tidak berloker di unit bisnis, yang sering ngeluhkan produk sendiri. Atau setelah pasang, kemudian cabut. Please deh.. kamu pasti nggak ngerasain susahnya orang jualan buat mencapai target. Kalo kamu nggak bisa mbantu nambah sales, setidaknya kamu jangan nambah cabutan. Kamunya sih enak, prestasimu nggak akan dipengaruhi hal-hal kayak gitu. Lha kami yang di unit bisnis ini gimana?
Update:
Meski tidak dimaksudkan dari awal, tapi ternyata posting ini bisa dikaitkan dengan tulisan Pak Davik di sini.
Saya setuju, Pak Davik. Kalo bukan kita yang dengan PD-nya bilang produk kita bagus (dan pada kenyataannya produk kita emang sangat bagus), siapa lagi yang bisa diharapkan melakukan hal itu? Patriotisme seperti ini bukan hal yang aneh. Cuma ya.. karena Indonesia emang negara anomali, maka yang seharusnya wajar pun malah jadi aneh.






Related Articles
2 users responded in this post
Anis mulai menunjukkan giginya
terkadang untuk setia perlu pengorbanan, sedang pengorbanan perlu keberaniaan untuk memilih antara iman dan godaan..nah lho?
Leave A Reply