Archive for » March, 2008 «

Ini kisah tentang seorang pejabat. Pada masa kejayaannya, beliau telah membuat suatu peraturan yang meresahkan rakyat banyak. Tapi beliau tetap pantang mundur dengan penerapan peraturan tersebut.
Sampai suatu saat, beliau pindah dari jabatannya. Pada saat menerima THP, beliau sangat terkejut dengan besarnya penurunan yang terjadi. Beliau panggil anak buahnya dan berkata (kira2 seperti ini), “Bagaimana bisa THP saya turun? Siapa yang bikin aturan tersebut?”
Anak buahnya menyerahkan sebuah peraturan, yang ternyata, adalah peraturan yang dulu dia buat. Sang pejabat nggak bisa berkata apa-apa lagi. Pasti dulu beliau tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat roda kehidupan akan berputar, dan beliau akan merasakan akibat dari peraturan yang dibuatnya sendiri.

Mendengar kisah tsb, aku dan temen2ku becanda gini, “Gila. Berapa THP dia sebelumnya ya? Penurunannya aja masih jauh lebih besar dari THP kita.” (mode sirik = ON)

Kadang-kadang (atau sering) aku mikir dan heran, kenapa ya ada sebagian pejabat yang ngerasa seolah-olah jabatan itu milik dia. Sehingga dia akan marah jika jabatannya hilang, lalu mengadu ke SE**R. Atau ada pejabat yang membuat aturan tanpa mempertimbangkan efeknya bagi orang banyak, yang penting dia mendapat keuntungan dari aturan itu. Sesuai pepatah: “Siapa yang membuat peraturan, dialah yang akan mendapat emasnya”. Atau ada juga pejabat yang tidak bisa (atau tidak mau) menggunakan kekuasaan yang sedang dipegangnya untuk melakukan hal-hal yang bisa menolong orang lain. Jadi inget posting salah satu temen di sini.
Tapi kadang-kadang (atau sering) aku mikir juga, kalo aku di posisi mereka, apakah aku bisa melakukan hal yang lebih baik?

Category: Life  Leave a Comment

Siapa bilang Flexi PDN time-based lebih murah dari pada yang volume-based? Bagaimana jika kejadiannya seperti yang aku alami?
Pada suatu hari.. tepatnya suatu malam, aku iseng pasang Flexi PDN. Nyobain pake yang time-based. Setelah beberapa saat, rasanya kok capek. Mau tiduran dulu ah. Dan aku lupa kalo belakangan ini aku sangat gampang tertidur. Rencana cuma tiduran, aku pun tertidur pulas. Padahal koneksi internet belum aku putusin. Terbangun pagi harinya, internet itu masih nyambung. Berita bagusnya, koneksi PDN kita ternyata bagus banget, berjam-jam tak terputus meski cuma dalam dormant mode. Berita buruknya.. huahhhh… berapa tagihan Flexiku bulan ini? :-(
Update:
Setelah melalui penelitian mendalam (halah.. boong banget :-P ), ternyata memang time-based ini memang lebih murah. Dengan tarif hanya Rp 100/menit, maka per jam aku hanya membuang ngabisin duit Rp 6.000. Bandingin dengan pemakaian volume-based. Karena situs berita yang aku buka banyak image-nya, aku pernah harus membayar lebih dari Rp 30.000 hanya dalam waktu 1 jam.
Tapi kok tagihan Flexi-ku bulan ini tetep mahal ya? Bisa buat bayar lebih dari 2 bulan biaya langganan Speedy personal.
Hihihi.. gak kebayang berapa yang harus dibayar Dina yang main internetnya pake GSM.

Category: Life  One Comment

“Apa makanan cair buat orang sakit?” tanyaku.
Mbakku menjawab, “Entrasol.”
“Kalo Ensure?” tanyaku lagi.
“Itu juga sih. Tapi bukan produk Kalbe,” kata Mbakku.
Aku jadi geli, tapi sekaligus salut. Dari dulu Mbakku selalu setia mempromosikan produk yang dibuat oleh perusahaan farmasi tempat dia bekerja. Tapi karena dia itu lumayan hobby pindah-pindah perusahaan, maka produk yang dia tawarkan pun berubah-ubah. Sekali waktu dia promosikan merk X untuk multivitamin. Tapi begitu dia pindah ke perusahaan lain, merk yang dia promosikan pun berganti. Menurutku itu sangat wajar, karena gimana pun juga, dari penjualan produk itulah Mbakku bisa mendapatkan gaji.
Cerita lain tentang seorang ibu di kantor. Dia membekali anaknya dengan Flexi untuk berkomunikasi. Pada saat performansi Flexi sedang turun kayak sekarang ini, anaknya mengeluh dan sempat minta pindah ke GSM. Si ibu itu nasihatin anaknya (kira2) seperti ini, “ Dek, kamu itu harus tetap pake Flexi. Karena Flexi itu miliknya kantor tempat Mama digaji. Karena Flexi ini, kamu bisa makan, bisa sekolah, bisa macem-macem.” Nasihat yang sederhana, nggak njelimet, tapi tepat. :-) Btw, aku pernah ngerasa gemes banget dengan temen yang tidak berloker di unit bisnis, yang sering ngeluhkan produk sendiri. Atau setelah pasang, kemudian cabut. Please deh.. kamu pasti nggak ngerasain susahnya orang jualan buat mencapai target. Kalo kamu nggak bisa mbantu nambah sales, setidaknya kamu jangan nambah cabutan. Kamunya sih enak, prestasimu nggak akan dipengaruhi hal-hal kayak gitu. Lha kami yang di unit bisnis ini gimana?

Update:
Meski tidak dimaksudkan dari awal, tapi ternyata posting ini bisa dikaitkan dengan tulisan Pak Davik di sini.
Saya setuju, Pak Davik. Kalo bukan kita yang dengan PD-nya bilang produk kita bagus (dan pada kenyataannya produk kita emang sangat bagus), siapa lagi yang bisa diharapkan melakukan hal itu? Patriotisme seperti ini bukan hal yang aneh. Cuma ya.. karena Indonesia emang negara anomali, maka yang seharusnya wajar pun malah jadi aneh. :-)

Category: Life  2 Comments

Kemarin pagi, dari statistik blog wordpress.com-ku, aku nemu link ke http://brain.telkom.tv. Ternyata itu aggregator baru untuk blog-blognya para pekerja telekomunikasi. Menggantikan Mirip dengan aggregator yang lama di http://blog.telkom.biz.

Hmm.. brain? Brainless, brainwash, brain-nya masakan Padang? Yang pasti bukan brainstorming. :-P
Au ah..

Update:
Seharusnya aku bisa nebak kalo Bapak itu lagi bereksperimen. Hari ini (Jumat, 28 Maret) aku temukan alamat aggregator di atas udah diredirect ke alamat lain. Di manakah itu? Nanti aja deh aku tulis. Siapa tau bakalan dipindah lagi. Apalagi kalo beneran domain telkom.tv bakal diakuisisi Divisi MM.
Btw, sebenarnya aku lebih suka desain yang di http://brain.telkom.tv kemarin. Tapi.. siapa tau yang sekarang juga cuma eksperimen.

Update lagi:
Aggregator yang ini kayaknya lebih keren deh. Lebih real time. Beda dengan yang http://blog.telkom.biz, yang jika kita ubah isi posting tapi di aggregator masih muncul yang lama. Kalo aggregator baru ini, jika aku ubah posting asliku, maka di aggregator pun ikut berubah.
Keren, Boss..

Update lagi dan lagi:
Udah dilaunching sendiri ama Bossnya di blog dia yang http://blog.dagdigdug.com. Jadi sudah resmi aggregator yang baru adalah di http://blogger.telkom.tv . Melengkapi aggregator yang udah ada di http://tele.komunikasi.org dan http://blog.telkom.biz . Alamat yang http://brain.telkom.tv udah mati.

Kenapa harus ada begitu banyak aggregator? Hehehe.. meneketehe.. Boss itu kan emang hobby bikin macem2.

Kayaknya ini update terakhir:
Dengan beberapa alasan, maka aggregator baru (yang ternyata memang cuma eksperimen) itu dimatikan. Turut berduka cita. :-0

Category: Life  One Comment

Akhirnya, setelah tertunda sekian bulan, pengumuman dan pemberian hadiah Kompetisi Blogging Telkom.Tv dilaksanakan juga. Cerita awal tentang program ini dapat dibaca di sini. Kemarin malem, tanggal 17 Maret 2008, bertempat di Bandung Electronic Center. Bersamaan dengan launching program belanja Flexi/Speedy berhadiah tiap hari di BEC. Para pemenang kompetisi itu pun dipanggil ke atas panggung, dan mereka adalah:
Pemenang I : Adham Somantrie
Pemenang II : Akhmad Deniar
Pemenang III : Andriyansyah
Pemenang IV: M. Jaka Prawira
Pemenang V : Calvin Michel Sidjaja
Hadiah berupa laptop merk HP dan HP CDMA + Starter Pack Flexi langsung diserahkan oleh Direktur Konsumer PT Telkom. Selamat ya.. Sayangnya, karena waktu yang terbatas, acara ini tidak bisa dihadiri ke-20 finalis (termasuk di dalamnya 5 pemenang). Buat yang tidak hadir, jangan khawatir, hadiah nantinya bisa diambil di kantor Telkom :-) . Info selengkapnya bisa dibaca di sini.
Membaca blog mereka hari ini, umumnya mereka nulis rasa tidak percaya mereka jadi pemenang. Hmm.. memang mereka anak2 yang rendah hati dan tidak sombong :-) . Ada juga yang mempertanyakan kriteria untuk jadi pemenang. Sebenarnya aku bukan tim teknis. Aku lebih banyak jadi tim hura-hura yang tugasnya antara lain mensukseskan seremonial, nyariin hadiah, provokator tim teknis, dll. Yang aku tau, kriteria penilaian kompetisi itu antara lain (tapi tidak terbatas pada): harus memenuhi syarat awal yaitu berusia maksimal 25 tahun dan berdomisili di wilayah operasional DIVRE III. Jadi kalo nggak memenuhi syarat ini, betapa pun bagusnya blog itu, nggak akan pernah menang. Penilaian ditekankan pada content. Tapi tidak ada keharusan untuk menulis tentang Telkom. Kompetisi ini juga bukan popularity contest yang memperhitungkan jumlah pengunjung blog atau jumlah komentar sebagai kriteria penilaian. Ini kan bukan kompetisi buat seleb blog :-P Btw.. jujur aja aku ikutan bangga karena dua pemenang pertama dari IT Telkom (dulu waktu aku kuliah di sana, namanya masih STT Telkom). Secara getho loh… Eh tapi jangan curiga ada KKN di sini ya. Kan udah aku sebutin tadi, aku tidak banyak terlibat di penjurian :-)
Update:

1. Cerita lain tentang acara itu dapat dibaca di sini.
2. Program belanja berhadiah yang dikasih judul “Flexi 100% Dahsyat” itu berlangsung mulai tanggal 17 Maret s.d. Juni 2008 memperebutkan beragam hadiah. Mulai dari hadiah harian berupa HP CDMA dan modem Speedy, hadiah bulanan berupa sepeda motor, dan hadiah utama berupa dua buah mobil KIA Picanto. Pelanggan yang melakukan pembelian setiap Rp. 100.000,- di BEC akan mendapatkan poin dan akan mendapatkan bonus poin apabila melakukan pembelian produk Flexi dan atau aktivasi Speedy. Poin yang dikumpulkan akan diundi untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut. Jadi rame2lah berkunjung dan berbelanja di BEC, serta mengaktifkan Flexi dan Speedy di sana. :-)

Category: Life  6 Comments