(Sekedar ngisi kevakuman nulis. Tapi nggak ada hubungannya ama Speedy yang produk Telkom itu :-) )
http://www.cosmopolitan.co.id/v2/artikel.php?aid=553&isdetail=true
Milla, 28 tahun, punya karier di jalan bebas hambatan. Hanya dalam waktu dua tahun, dia sudah menduduki jabatan manager. Tiga tahun kemudian, wanita ini sudah duduk dengan tegar di jajaran eksekutif eselon satu di perusahaannya. Semua itu tak didapatkannya dengan mudah. Bekerja keras hingga 12 jam sehari, tak terhitung akhir pekan, masih ditambah dengan berbagai training, semua ini membuatnya tak terlewati oleh rekan-rekan seangkatannya. Oh, ya, masih ada faktor lain yang ikut mendukung: wanita ini beruntung bekerja di perusahaan yang tepat yang memberikan berbagai kesempatan untuk pengembangan karier. Sejak pertama kali terjun ke dunia kerja, saya memang sudah punya target pribadi dan profesional. Saya tak pernah mengeluh melakukan semua kerja keras ini. Dan saya tak akan berhenti hingga di sini. Selama saya masih mampu, saya akan terus mengejar posisi yang lebih menantang, ujar Milla.
Sementara itu, Retty, 29 tahun, punya kebijaksanaan profesional sendiri. Bukannya tak punya target dan ambisi, tapi wanita ini memilih jalur yang sama sekali berbeda dengan rekannya, Milla. Buat Retty, karier bukan untuk dikejar, melainkan dinikmati. Tak heran, dia pun santai-santai saja dalam bekerja. Yang penting hatinya senang, titik. Urusan gaji dan jabatan, dia tak pernah ambil pusing. Selama masih bisa membayar tagihan telepon, listrik, kartu kredit dan membiayai liburan ke luar negeri sekali setahun, dia sudah cukup merasa happy.
Dunia ini memang penuh dengan dikotomi, hingga tak tersisakan ruang untuk menetap menjadi abu-abu. Termasuk dalam karier: berada di jalur cepat atau pelan, Anda diperbolehkan untuk memilih yang terbaik bagi hidup. Yang harus dilakukan adalah menyadari jalur yang Anda pilih, dan melakukan langkah yang tepat agar sesuai dengan target. Dengan begitu, Anda masih tetap tersenyum dan tak berangkat ke kantor dengan wajah cemberut dan stres, dengan alasan pekerjaan sudah mulai membosankan dan Anda merasa tersiksa. Baca ulasan berikut ini saja, endapkan ke dalam benak. Jika saja Anda ingin berubah pikiran, tak pernah ada kata terlambat!
I PREFER THE FAST TRACK CAREER!
Ibaratkan saja dengan dunia yang bergerak dengan cepat. Setiap hari ada teknologi baru yang dikembangkan. Kalau dulu semua orang hanya puas dengan telegram, kini telepon, email, SMS dan berbagai teknologi canggih menggantikannya. Jika dulu orang mengirim uang via wesel pos, kini hanya dengan sekali klik pun Anda bisa mengirim uang ke belahan dunia paling jauh sekalipun. Semua berubah, bahkan dalam hitungan detik. Anda berlari, berlari, dan terus berlari. Sekali-sekali berhenti untuk beristirahat untuk mengisi energi, tapi hidup Anda bagaikan berada di atas treadmill dengan kecepatan sangat tinggi. Jika Anda berada di jalur ini, baca aturan mainnya!
Full speed 1: In Love with Your Job
Pekerjaan bukan sekadar untuk mendapatkan slip gaji dan membuat tabungan terisi penuh. Lebih dari itu, bekerja adalah satu cara untuk mengekspresikan diri dan merupakan refleksi yang terpancar dari diri Anda. Jadi, cobalah untuk mencintai pekerjaan atau apa yang sedang Anda lakukan. Dengan semangat di level tertinggi, Anda akan lebih mudah untuk membuat berbagai strategi demi kemajuan karier.
Jika saat ini Anda berada di titik awal karier, jangan segan untuk mencoba berbagai hal yang berbeda. Luangkan waktu untuk mempelajari hal-hal baru dan jangan tergantung pada orang lain. Anda pun akan menemukan berbagai penemuan baru dalam pekerjaan yang akan memberi Anda gambaran lebih jelas soal langkah karier Anda.
Full speed 2: Be a Smart Communicator
Sudah jelas kalau setiap hari Anda berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Anda berbicara, mendengarkan, mengeluarkan pendapat, dan mengekspresikan diri. Makanya, tak akan sulit bagi Anda untuk memahami pentingnya arti komunikasi di dunia kerja. Aturan nomor satu: komunikasikan informasi yang Anda berikan kepada atasan dalam kemasan yang menarik. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui gaya dan kepribadian superior Anda. Jika atasan gemar dengan angka, presentasikan laporan Anda dalam berbagai grafik dan fakta berupa angka. Dia akan lebih mudah mencerna laporan yang Anda berikan. Sebaliknya, jika atasan lebih suka dengan analisis berupa kata-kata, formulasikan laporan Anda dalam bahasa yang teratur, rapi dan profesional.
Full speed 3: Show Me the Challenge
Manfaatkan berbagai kesempatan untuk memamerkan kelebihan dan kompetensi Anda. Setelah beberapa tahun bekerja di perusahaan ini, saya mulai mengerti kapan periode penuh acara dan kapan masa tenang. Saat bulan-bulan sibuk tiba, saya berusaha untuk selalu berada dalam kondisi prima. Dalam seminggu, saya bahkan bisa meng-handle 10 pesta pernikahan, ujar Frederika, 29 tahun, wedding coordinator yang bergabung di sebuah perusahaan yang melayani jasa pernikahan.
Di tempat kerja, Anda tidak akan bekerja sendiri. Sebagai seorang calon leader sejati, Anda juga harus bisa memberikan inspirasi kepada anggota tim kerja. Tebarkan energi positif untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan tenteram. Pendam rasa sirik karena sukses rekan kerja lain. Justru jadikan hal tersebut sebagai pemicu semangat untuk bekerja lebih giat lagi, sambil berharap bahwa aura kesuksesan akan merembet kepada diri Anda. Jangan pelit memberikan pujian kepada rekan kerja lain. Perlihatkan kepada perusahaan kalau Anda adalah team player yang baik yang bisa bekerja sama dengan semua orang. Karakter positif juga jadi titik penentu kemajuan karier Anda!
Full speed 4: Help Me, Coach!
Di banyak negara, layanan career coaching sudah lumrah terjadi dan banyak dimanfaatkan oleh para profesional muda dalam meraih sukses karier. Career coach antara lain akan membuat analisa terhadap kondisi pekerjaan Anda, membuat survei mengenai potensi dan kemampuan Anda, dan kemudian menyesuaikannya dengan kondisi market yang sedang terjadi saat ini. Rencana pengembangan karier ini akan dibeberkan dengan lebih terarah dan sistematis.
Aturan ini memang tak mudah untuk diterapkan. Karena selain biayanya cukup tinggi, Anda juga perlu menemukan career coach yang jagoan dan pintar membuatkan program karier yang sesuai dengan kondisi Anda. Nah, adopsi saja prinsip brilian ini! Caranya, cari seorang rekan kerja yang lebih senior dan tahu dengan bidang kerja yang sedang Anda geluti. Atau, bisa juga tokoh idola Anda yang bisa diakses dengan mudah melalui website pribadi atau bahkan blog mereka. Dengan rasa hormat, minta tokoh tersebut untuk berkenan menjadi mentor Anda. Pastikan bahwa dia memiliki kemampuan yang ingin Anda sadap dan dia pun menaruh minat terhadap kepribadian dan potensi yang Anda miliki. Suatu ketika, saat sedang browsing di internet, saya menemukan blog seseorang yang sudah lama bergelut di bidang advertising. Di blog itu, dia membeberkan berbagai trik dan tips perjalanan kariernya. Saya pun memberanikan diri mengkontak orang tersebut. Hingga kini, kami rajin berkirim e-mail dan saya banyak mendapatkan masukan dan informasi bagi kemajuan profesi saya! ujar Clara, 28 tahun, senior copywriter.
I AM GOING SLOWLY!
Anda berprinsip bahwa kehidupan profesional dan personal harus berjalan di arah yang sama, dengan kecepatan yang sama pula. Anda tak ingin kehidupan sosial terampas gara-gara harus berkutat dengan setumpuk file yang seakan melambai-lambai minta diselesaikan saat itu juga. Berambisi di tempat kerja, buat Anda, sama saja dengan setiap hari pulang jam 11 malam, atau keluar dari kantor jam 7 malam tapi masih menenteng pekerjaan ke rumah, hingga pacar merasa terabaikan karena Anda lebih cinta pada kantor daripada dirinya. Sambil menggidik, Anda membayangkan tak ingin mempunyai kehidupan seperti rekan Anda, si Melissa, yang punya posisi menarik di kantor tapi tak punya pendamping. Atau seperti Sonia, yang kerap mengeluh berantem dengan suami yang tak setuju dia terlalu sering pulang lewat tengah malam saat deadline. Atas pertimbangan hal-hal tersebut, Anda merasa kalau jalan karier yang biasa-biasa saja jauh lebih baik bagi kesehatan fisik dan jiwa. Anda ingin merasakan setiap proses dengan hati tenang, karena Anda punya prinsip kalau pekerjaan yang bisa dinikmati memberi kepuasan yang jauh lebih tak ternilai harganya daripada sekadar jabatan dan gaji. Jika Anda bertipe seperti ini, pelajari beberapa hint berikut ini:
Slowly 1: Make a Plan
Yang penting, keputusan untuk berjalan pelan-pelan dalam kehidupan profesional ini karena memang menjadi pilihan Anda, dan bukan karena kepepet. Kondisi ini akan memberi hasil yang positif jika Anda menyadari sepenuhnya hal ini. Selain itu, Anda pun akan banyak energi dan keinginan untuk lebih mencerna segala sesuatu yang terjadi sepanjang perjalanan karier. Buatlah rencana jangka pendek untuk setiap target yang ingin dicapai. Jika ternyata goal sudah bisa tercapai lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, maka Anda akan membuat rencana lanjutan. Dengan mempelajari berbagai kemungkinan dan rencana strategis, Anda akan memutuskan untuk tetap berada di jalur tersebut atau tidak. Jika ya, Anda juga membuat rencana berbagai pengetahuan baru yang ingin dipelajari dalam kurun waktu tersebut. Sebaliknya, jika Anda merasa kalau posisi yang ditekuni kurang menantang, tak membuat Anda terinspirasi atau bosan, Anda bisa putar haluan sesegera mungkin. Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan. Terlalu sebentar bekerja pada suatu posisi tak akan memberi Anda cukup waktu untuk mempelajari berbagai hal dan menjadi ahli di bidangnya. Sedangkan terlalu lama bekerja pada satu posisi membuat atasan menganggap kalau Anda tak punya ambisi.
Slowly 2: Explore and Expand
Saat Anda tak terlalu memaksakan diri untuk suatu target tertentu membuat lebih banyak pilihan terbentang lebar bagi Anda. Mungkin lebih tepatnya, Anda jadi punya banyak waktu untuk membagi perhatian kepada hal lain yang menyenangkan dan tentu saja memberi keseimbangan bagi kehidupan Anda, baik personal maupun profesional. Beberapa tahun yang lalu, saya mulai mempelajari fotografi. Kebetulan banyak teman saat kuliah yang jago di bidang tersebut. Secara teratur, saya meluangkan waktu untuk berkumpul dalam komunitas ini dan hunting foto bersama. Saya juga pernah mengikuti kursus singkat fotografi untuk mendapatkan teori dasarnya. Selain fotografi, saya juga tertarik untuk belajar menulis. Kebetulan kantor bersedia membiayai program penulisan jurnalistik yang diselenggarakan oleh sebuah institusi pemerintah. Keahlian menulis dan fotografi ini juga menunjang pekerjaan saya, terutama saat berada di lapangan, kata Widya, 31 tahun, project officer di sebuah LSM yang bergerak di bidang politik.
Slowly 3: Hidden but Visible
Anda boleh saja mengerem kecepatan berkarier. Anda boleh saja bersikap down to earth atau mendekam di belakang layar sambil menikmati dunia Anda. Tapi ada satu hal yang tak boleh terlupakan: Anda harus tetap marketable. Soalnya dunia bisnis berkembang dengan sangat cepat. Jadi, tak ada waktu buat Anda untuk duduk diam begitu saja. Suatu ketika, dalam kondisi tertentu, Anda tetap akan dituntut untuk dinamis dan gesit. Jadi, persiapkan diri untuk kondisi ini!
Slowly 4: Shift Your Focus
Salah satu kelebihan berkarier di jalur lambat adalah Anda bisa berganti pekerjaan dengan masa transisi yang lebih smooth. Soalnya, Anda mempunyai ritme kerja yang biasanya lebih mudah untuk beradaptasi. Begitupun, saat memasuki dunia kerja yang baru, Anda biasanya juga lebih punya lebih banyak waktu untuk melewati masa proses dengan lebih hati-hati. Jika suatu saat Anda merasa ingin berpindah profesi, cobalah cari tantangan baru. Misalnya dengan pindah ke departemen lain atau mengembangkan ide baru dalam bisnis yang sesuai dengan minat Anda. Jangan ragu untuk mengembangkan berbagai kemungkinan!










Recent Comments