Lomba Blog Resolusi Juara 2012

Sumber dari: web Telkom Speedy

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2012 yang penuh harapan baru, Telkom Speedy menyelenggarakan Lomba Blog dengan tema “Resolusi Juara 2012”.

Syarat dan ketentuan adalah sebagai berikut:

1. Topik utama blog contest adalah resolusi yang ingin dilaksanakan tahun 2012, yang pencapaiannya didukung oleh teknologi internet.
2. Peserta adalah followers dari akun twitter @TelkomSpeedyID dan fans dari facebook page Telkomspeedy di http://facebook.com/telkomspeedy, serta bertempat tinggal di wilayah Indonesia.
3. Periode blog post yang dibuat oleh peserta adalah selama tanggal 16 Desember 2011 – 8 Januari 2012.
4. Setiap blog post yang dibuat minimal memuat 200 kata.
5. Peserta boleh melengkapi blog post dengan gambar berupa foto atau ilustrasi yang mendukung blog post tersebut.
6. Tempat publikasi blog post adalah pada blog, dengan berbagai platform blog (wordpress, blogspot, posterous, tumblr, dagdigdug, blogdetik, self-hosting, dll) yang bisa dipilih.
7. Blog post yang diikutsertakan wajib diberi tag atau label “Resolusi Juara”.
8. Blog post yang diikutsertakan wajib memuat banner lomba blog contest, dengan memasukkan kode html dari banner tersebut. Kode html banner yang akan dimasukkan adalah sebagai berikut:

9. Blog post wajib memuat kata “internet” yang diberikan link ke TelkomSpeedy.
10. Peserta diperbolehkan membuat link ke produk Speedy. Berbagai konten Speedy dapat dilihat di store TelkomSpeedy.
11. Peserta boleh membuat lebih dari 1 tulisan.
12. Penilaian dihitung per 1 blog post, dan tidak berlaku kumulatif berdasar nama pesertanya.
13. Penilaian berdasarkan cara bertutur, isi blog post, hingga jumlah komentar di postingan tersebut.
14. Blog post tidak boleh menyinggung SARA.
15. Peserta diperbolehkan mempromosikan blog post yang telah dibuat ke akun facebook dan atau twitter yang dimilikinya.
16. Setiap blog post yang dibuat oleh peserta wajib diinput melalui form pendataan di http://goo.gl/8Azd4.
17. Telkom Speedy berhak menggunakan sebagian dan atau seluruh isi dari blog post yang telah dibuat dan diikutsertakan ke dalam lomba ini.
18. Penentuan pemenang ditentukan oleh Telkom Speedy.
19. Keputusan tim Telkom Speedy tidak dapat diganggu gugat.
20. Blog contest ini tidak memungut biaya dari para peserta.
21. Lomba ini tertutup bagi pegawai Telkom dan panitia.

Pengumuman Pemenang:
Pengumuman pemenang dilaksanakan pada 17 Januari 2012.

Hadiah:
Disediakan 3 (tiga) buah hadiah sebagai berikut:
Pemenang 1: 1 unit Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus Black untuk 1 orang pemenang.
Pemenang 2: 1 unit Blackberry Onyx 2 9780, 512 MB untuk 1 orang pemenang.
Pemenang 3: 1 unit LCD TV Sony 32 inch untuk 1 orang pemenang.

Tentang Paket Tour ke Eropa

Sudah lama aku pengin jalan2 ke Eropa. Tiap ada yang menulis status atau blog tentang perjalanan ke sana, atau mengetahui ada kenalan yang pergi ke sana, keinginan itu semakin menggelitik. Semula pengin pergi ala backpacker, ngurus perjalanan sendiri. Tapi karena temenku yang tadinya mau barengan pergi mengurungkan niatnya, padahal aku udah bener2 pengin pergi tahun ini, akhirnya kuputuskan ikut tour dari agen saja. Aku masih punya beberapa keinginan pergi ke tempat2 asing lain, jadi kalo rencana ke Eropa tahun ini gagal, rasanya kayak menumpuk hutang yang gak ketauan kapan bisa terbayar :)
Beruntung aku gak harus pergi sendirian. Mengaku terpengaruh dengan keinginanku, kakakku sekeluarga memutuskan ikut liburan ke Eropa juga. Dan karena pergi dengan anak2, kakakku mau pake tour juga, supaya nggak repot. Lalu pada suatu hari di awal bulan April, kami datang ke sebuah travel fair di JCC Senayan. Kami mencari paket liburan ke Eropa untuk keberangkatan di masa liburan sekolah di bulan Juni. Memang sih, karena itu adalah peak season, harga yang ditawarkan cenderung tinggi. Setelah membandingkan beragam paket dari berbagai agen tour, kami memilih paket Fun Holiday West Europe plus London selama 14 hari, dari Golden Rama Express (GRE). Pertimbangannya selain karena waktunya yang pas dengan jadwal libur anak2 kakakku, juga karena harganya lebih murah dibanding paket yang ditawarkan agen tour lain, dengan jumlah negara yang dikunjungi cukup banyak. Kenapa bisa murah? Karena paket Fun Holiday itu semacam paket hemat dari agen tour tersebut. Maskapai penerbangan yang digunakan adalah yang low cost carrier, hotel tempat menginap nantinya hanya bintang 3 atau 4, dan makanan yang disediakan tidak full 3 kali sehari. Kami diberikan selembar kertas berisi rencana perjalanan, termasuk jadwal makan yang akan kami dapat. Ada yang hanya 1 kali sehari, ada yang hanya 2 kali sehari. Selebihnya, kami harus beli makan sendiri. Kami pikir kami akan bisa mengatasi keterbatasan2 dari paket hemat itu. Misal soal hotel, kami pikir toh di sana kami akan lebih banyak jalan2, dan hanya tinggal sebentar di hotel. Jadi hotel bintang 3 atau 4 gak akan jadi masalah :)
Selain paket hemat yang udah kusebutkan, agen tour itu juga menyediakan paket premium, yang harganya sama dengan penawaran agen lain. Tapi kami sudah memutuskan ambil yang paket hemat saja :)
Setiba di rumah, aku sempatkan untuk cari informasi di internet tentang agen tour yang kami pilih. Hasil pencarian yang berisi testimoni dari peserta tour tidak banyak, dan sayangnya isinya negatif. Ada yang menulis bahwa GRE tidak mengajak peserta tour masuk ke obyek wisata, hanya lewat-lewat di depannya saja. Ketika hal itu ditanyakan ke pihak GRE, mereka menjawab agar peserta tour lebih memahami jadwal acara yang sudah dibagikan, karena di situ sudah jelas tertulis mana saja obyek yang akan dikunjungi dan mana yang hanya dilewati. Si penulis itu juga bilang, GRE tidak menyediakan makan yang cukup untuk peserta tour. Tulisan lain mengatakan bahwa peserta tour dipaksa banyak jalan kaki jauh selama perjalanan.
Membaca keluhan2 itu, aku kembali mengambil kertas yang dari agen tour. Memang di situ tertulis obyek2 yang akan dikunjungi. Jadi selain obyek2 tersebut, agen tour tidak menjanjikannya. Aku jadi ingat perjalanan ke China tahun lalu, di jadwal perjalanan kami ada tertulis “photo shop di Stadion Olimpiade”. Awalnya aku kira kami akan datang ke stadion tersebut. Ternyata kami hanya pergi ke suatu tempat di mana kami bisa ambil foto berlatar belakang stadion tersebut. Sempat kecewa sih, tapi agen tournya gak salah kan. Dia sudah memberitahukan di itinerary perjalanan, hanya peserta tour aja yang kurang paham :D Nah mungkin seperti itulah yang dirasakan oleh peserta tour GRE yang menulis di internet. Demikian juga tentang makanan yang katanya kurang disediakan, mungkin si peserta tour itu ambil paket hemat seperti yang kuambil, tapi dia tidak teliti membaca jadwal yang udah diberikan dari agen tour GRE.
Hehehe.. Kok aku jadi mbelain GRE ya? Nggak juga sih, aku hanya ingin kasih pandangan dari sisi yang berbeda. Nggak berarti juga perjalanan tour-ku bersama GRE berjalan sempurna sesuai jadwal yang diharapkan. Beberapa kali terjadi masalah yang lebih besar dari sekedar “gak masuk ke tempat wisata” atau “kurang makan” atau “harus jalan kaki jauh”, dan masalah2 tersebut cukup mengganggu acara kami. Aku akan menceritakannya di tulisan terpisah tentang hal itu. Tapi aku anggap masalah2 tersebut sebagai tambahan cerita dari liburan kami, dan tidak akan merusak kegembiraan yang didapat selama perjalanan kami.
Setelah kembali dari perjalanan tour tersebut, aku mencatat beberapa kelebihan dan kekurangan membeli paket perjalanan dari sebuah agen tour dibanding jika kita pergi sendiri. Barangkali bisa jadi pertimbangan buat temen2 yang berencana liburan juga :)
Kelebihan:

    1. Kita sebagai peserta tour hanya bayar ke agen tour dan tau beres saja. Dari mulai visa (aku udah pernah tulis sebelumnya di sini), tiket pesawat, hotel tempat menginap, makanan, transportasi di sana, jadwal kunjungan dan tiket masuk ke tempat wisata, bahkan check in pesawat dan bagasi pun, diurus oleh si agen tour. Tambahan catatan untuk pengurusan visa, karena bisa memakan waktu sampai sebulan (bahkan lebih), ada baiknya jika punya rencana pergi ke Eropa, harus persiapan jauh hari sebelumnya.
    2. Waktu jadi efektif, terutama jika liburannya gak terlalu panjang tapi banyak obyek yang ingin kita kunjungi. Karena jadwal sudah diatur, dan transportasi juga udah disediakan. Seperti aku kemarin, dalam waktu 12 hari (27 Juni – 8 Juli 2011) aku bisa menyinggahi 10 negara (termasuk 2 negara terkecil sedunia), dan mengunjungi obyek wisata vital yang jadi landmark negara tersebut. Jika aku pergi sendiri, kayaknya nggak akan bisa seperti itu. Belum lagi ditambah berapa waktu yang terbuang untuk mencari jalan, dll. Kalo dibilang puas sih nggak juga, karena kebanyakan kami hanya bisa berfoto di depan obyek tersebut dan tidak punya waktu untuk masuk ke dalamnya. Tapi untuk sekedar tau sih cukup lah.. Moga2 suatu saat nanti aku dapat rejeki untuk datang ke sana lagi dan bisa explore lebih jauh obyek2 wisata tersebut. Amien :)
    3. Rame, banyak kenalan baru sesama peserta tour lain. Hari2 pertama, kami masih belum banyak ngobrol, masih fokus dengan keluarga masing2. Obrolan singkat hanya berlangsung di meja makan, pada saat waktunya makan. Hari2 selanjutnya baru rame, terutama yang anak2, mereka lebih cepat akrab dibanding orang tuanya :)
    4. Tersedia tour leader (perwakilan agen tour dari Jakarta) dan guide lokal di Eropa sana. Mereka membantu peserta tour supaya perjalanan lebih lancar, banyak memberikan informasi yang kita butuhkan, bisa menceritakan kisah-kisah di balik obyek wisata yang kita kunjungi, dll. Mereka juga akan membantu jika kita menemui masalah di sana. Misalnya jika ada peserta tour yang mendapat musibah kehilangan paspor atau dompet, maka si tour leader bertugas membantu pengurusannya supaya si peserta tour bisa melanjutkan perjalanan. Tapi alhamdulillah, selama perjalanan kami, tidak ada masalah yang seperti itu :)

Kekurangan:

    1. Lebih mahal, itu pasti :) Sebagai perbandingan, seorang teman yang belum lama ini liburan ke Eropa bersama keluarga dengan cara mengatur perjalanan sendiri tanpa agen tour, mengaku hanya menghabiskan biaya per orangnya kurang dari setengah biaya yang kubayarkan ke agen tour. Apalagi jika dibanding biaya total yang kukeluarkan (karena masih ada biaya2 lain yang harus kubayar, misalnya untuk beli makan, tip untuk tour leader/driver/guide/porter, tambahan paket tour, beli souvenir, dll), pasti lebih jauh lagi bedanya. Tapi temanku itu memang sudah pernah pergi ke Eropa sebelumnya, sehingga dia pasti udah tau seperti apa travelling ke Eropa. Sedangkan aku baru pertama kali ke sana, belum ada gambaran seperti apa di sana, jadi buat aku masih lebih baik pakai agen tour. Hehehe.. ketauan deh jiwa petualanganku kurang tinggi :)
    2. Jadwal yang sudah ditetapkan oleh agen tour membuat aku tidak leluasa. Misalnya di suatu tempat aku ingin lebih lama, sedangkan di tempat lain aku ingin lebih sebentar. Karena harus ngikutin jadwal, keinginanku tidak selalu terpenuhi. Atau misalnya ada sebuah tempat yang lebih pengin aku kunjungi dibanding suatu tempat lain, tapi ternyata tempat itu tidak ada di jadwal tour. Itu bisa dimaklumi, karena jika jadwal harus memenuhi keinginan sekian banyak peserta tour yang pasti beda2, bisa gak kelar2 tournya. Intinya, agen tour tidak mungkin memuaskan keinginan semua pihak kan? :)

Okay, kayaknya sharing aku tentang pemilihan paket tour udah cukup banyak. Moga2 gak bosen bacanya. Di tulisan selanjutnya aku mau cerita tentang perjalanannya sendiri. Moga2 dalam waktu yang tidak terlalu lama dari sekarang.. Hihihi.. secara aku gak terlalu rajin ngeblog lagi. Jadi inget, cerita perjalanan liburan ke China tahun lalu belum aku selesaikan sampai sekarang. Dan ough, jadi inget juga, cerita perjalanan umrah 4 tahun lalu pun masih menggantung belum sampai akhir. *doh* :)

Foto di atas adalah para peserta tour Fun Holiday. Jumlahnya 33 orang. Yang paling tua seorang bapak berumur 67 tahun, dan yang paling muda seorang anak laki lucu berusia 9 tahun. Lokasi pemotretan di Lion Monument di Lucerne (Luzern), Switzerland.

The Journeys

Sekitar 3 minggu lalu, aku pulang ke rumah orang tua di Purwokerto. Aktivitas yang biasanya rutin kulakukan sebulan sekali waktu aku tinggal di Bandung, tapi jadi agak berkurang setelah aku pindah ke Jakarta, karena jarak yang lebih jauh. Menengok orang tua yang semakin tua, terutama Bapak yang keluhan sakitnya semakin banyak, ditambah kesibukan beliau yang semakin berkurang. Sementara sebagian besar anak-anaknya sibuk sendiri mencari rezeki di kota lain, sehingga perhatian kepada orang tua tidak sebanyak yang diharapkan.
Untuk mengisi waktu, Bapak suka membaca buku-buku agama. Jadi aku ajak Bapak untuk membeli buku baru, barangkali buku yang lama udah habis dibaca. Bapak setuju. Lalu kami pergi bertiga, bersama salah satu keponakan kecilku yang sedang dalam tahap haus buku bacaan. Setelah Bapak dan si keponakan milih buku, rasanya kok gak afdol kalo aku nggak beli juga :) Pilih-pilih sebentar, akhirnya kuambil buku “The Journeys”, dengan alasan salah satu penulisnya adalah orang yang kukenal yaitu Okke Sepatu Merah. Alasan lain karena tampaknya isinya ringan-ringan saja, tidak akan bikin kening berkerut. Dari pengalaman yang dulu-dulu, buku2 serius yang kubeli akhirnya menumpuk di lemari, hanya sempat kubaca sedikit halaman depannya. Bahkan ada beberapa buku yang masih rapi dalam plastik pembungkusnya :D

The Journeys adalah kumpulan 12 kisah perjalanan dari 12 penulis dengan latar belakang yang berbeda. Kisah pertama yang kupilih untuk kubaca adalah “Lucerne: A Morning Kiss Bye from A Stranger”, dari Windy Ariestanty . Alasanku memilihnya simpel saja, karena aku sedang terobsesi dengan hal2 berbau perjalanan ke Eropa. Dari kisah Windy itu aku mendapat “Top 6 things to see in Lucerne’, semoga aku nanti bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri. Dari Windy pula aku tau ada buku “1000 Places to See before You Die”, dan Windy ternyata udah melihat 23 lokasi di 14 negara. Okay, aku mengiri padamu, Windy. Kayaknya aku akan menunggu buku kumpulan cerita perjalananmu yang katanya akan diterbitkan :)
Dari kisah Windy, aku langsung lompat ke kisah yang ditulis Okke, berjudul “Sompral”. Artinya kurang lebih hal-hal yang tabu/pamali dilakukan di suatu tempat, karena percaya/nggak percaya, jika larangan itu dilanggar, ada hal buruk yang akan terjadi.
Setelah baca kisah Okke, aku meneruskan membaca buku tanpa perhatikan urutannya, dari kisah yang di bagian tengah buku, balik ke kisah di depan, dst.
Selain tulisan Windy yang udah kuceritain di atas, ada 3 kisah lagi yang menarik perhatianku. Pertama kisah Alexander Thian berjudul “Karimun Jawa – Surga Indonesia”. Kisah ini menarik karena Karimun Jawa masuk ke dalam daftar tempat yang ingin kukunjungi di Indonesia (selain Banda Aceh, Bunaken, dan Raja Ampat). Dari tulisan Alexander atau aMrazing itu, aku mendapat gambaran bagaimana perjalanan ke sana, dan apa aja yang bisa dilihat di sana. Perjalanan 6 jam naik ferry yang sebelumnya kubayangkan bakal menakutkan, sekarang tidak seseram lagi di bayanganku setelah membaca tulisan aMrazing.
Kedua adalah kisah dari Ferdiriva Hamzah, seorang dokter mata yang menulis kisah perjalanannya bersama mertua ke Amerika, dengan judul “Amerika Amertua”. Di situ Ferdiriva mengisahkan bahwa awalnya dia tidak happy karena harus pergi bersama mertuanya menghadiri sebuah kongres untuk para dokter mata. Tapi akhirnya dia merasa bahagia dengan perjalanan itu. Kata dia di akhir tulisan: Travelling yang asik itu bukan masalah siapa teman perjalanan kita, tapi bagaimana cara kita memandang travelling itu sendiri.
Kisah terakhir yang kubaca adalah tulisan Raditya Dika berjudul “Kasih Ibu Sepanjang Belanda”, kubaca kira2 satu minggu setelah aku beli buku itu. Jujur aja, meski aku tau Raditya Dika itu penulis terkenal, aku belum pernah baca buku-bukunya. Hanya sempat melihat kekonyolan dia dua kali di acara Ngumbar Onliners di Bandung bulan September 2010 dan di training MarkPlus Inc di Jakarta bulan Oktober 2010. Meski tulisan Dika ditempatkan di bagian paling belakang dari buku The Journeys, dan kubaca paling terakhir, tapi ternyata kisahnya paling menyentuh aku. Dia cerita waktu dia dapat beasiswa summer course selama 2 minggu ke Belanda. Awalnya dia merasa terganggu dengan perhatian mamanya yang dinilai berlebihan, terlalu sering menelepon dia sampai dia malas mengangkat. Sampai suatu saat, seorang temennya cerita bahwa dia nggak bisa telepon ke ibunya lagi karena ibunya sudah meninggal. Hal itu menyadarkan Dika bahwa sebenarnya jarak dia dan ibunya “hanya satu kali pencetan telepon”. Dia ngerasa sangat bodoh karena malu ketika dicariin ibunya, sementara temennya tidak akan bisa lagi dicariin ibunya karena mereka sudah beda alam. Dan paragraf terakhir tulisan Dika betul2 menyentuh aku:
“Gue gak mau suatu malam, setelah Nyokap gue pergi, gue ngeliat handphone dan berpikir seandainya gue bisa denger suara Nyokap sekarang. Pada saat ini, gue pengen setiap waktu yang dihabiskan, bisa gue habiskan dengan mendengar Nyokap berkali-kali nelepon dan nanya, “Kamu lagi apa?” Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orang tua ke kita adalah gangguan terindah yang pernah kita terima”.
Tulisan itu mengharukan, karena aku sendiri udah pernah berpikir seperti itu. Aku nggak tau kapan waktu yang tersisa untuk aku bisa bertemu orang tuaku. Jadi seharusnya aku memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang ada untuk membuat mereka bahagia. Tapi entahlah, mungkin karena aku hanya manusia biasa, selalu saja punya alasan untuk tidak melakukannya. Sekedar nelepon ke rumah dan ngobrol ama orang tua pun aku jarang. Menyadari kemalasanku ngobrol melalui telepon itulah yang membuatku berusaha sering pulang kampung, dan berusaha menyenangkan Bapak Ibu selama aku sedang di rumah. Senada dengan yang ditulis Dika di atas, aku tidak mau suatu saat, ketika orang tuaku udah nggak ada, aku menyesal karena tidak melakukan apa-apa ketika aku masih bisa melakukannya untuk mereka. Ah.. mataku mulai basah. Sebaiknya aku cukupkan tulisan ini sampai di sini saja.

Fix You

Hari ini harusnya libur cuti bersama. Tapi karena besok mau ada acara launching sebuah produk baru Telkom, jadinya aku tetep masuk. Pulang setelah Maghrib, sambil nyetir di mobil, seperti biasa dengerin Motion 97,5 FM. Lalu mengalun sebuah lagu yang langsung bikin aku ngerasa klik. Seperti perasaan yang muncul tiap kali denger lagunya Peterpan gitu. Penasaran dengan lagu itu, aku kirim SMS (sambil tetap nyetir) ke Motion FM, nanyain apa judul lagu dan siapa penyanyinya. Penyiar radionya berbaik hati ngasih tau bahwa judul lagu itu adalah Fix You, yang dibawain oleh Coldplay.
Sampai di rumah, aku cari lagu itu di Youtube. Oh ya, aku udah lama tau nama Coldplay, dan pernah dengerin beberapa lagunya, tapi baru kali ini niat banget cari di Youtube :P . Dan ternyata liriknya emang dalem banget. Apalagi didengerinnya pas lagi ngerasa capek. Kayak aku sekarang :) Sok atuh didengerin sendiri :)

“Fix You”

When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you’re too in love to let it go
But if you never try you’ll never know
Just what you’re worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down on your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down on your face
And I…

Tears stream down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down on your face
And I…

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

PS:
Kayaknya besok mau nyari CD nya di Gandaria City, tempat acaraku itu. Moga2 ada :)

Visa UK

Hari ini harusnya libur long weekend. Tapi karena udah terlanjur janji ama sebuah biro tour untuk proses pengurusan visa, jadi nggak bisa keluar kota. Alasan lain sebenarnya karena pengumuman libur yang mendadak, baru diumumkan Jumat sore menjelang jam pulang kantor, jadi nggak ada persiapan untuk kemana-mana. Untung masih bisa ke Citarik Sukabumi kemarin, main arung jeram (pengin nulis tentang pengalaman itu nanti :) )
Sekitar jam 07.40 WIB, kami berlima (aku dan keluarga kakakku) udah sampe di Plaza Asia (Plaza ABDA) di Jl. Jend. Sudirman Jakarta, seberang FX Plaza. Janjian ketemu ama si petugas tour jam 8. Tapi ternyata sepagi itu antrian udah ada beberapa orang. Oh iya, kami di sini mau ngurus visa ke UK, untuk sebuah rencana liburan di akhir bulan Juni ini (Yay! Akhirnya salah satu impianku hampir terwujud: liburan ke Eropa! Trimakasih banget buat kakakku sekeluarga yang mau pergi ke sana juga, sehingga aku nggak harus pergi sendirian). Ternyata untuk mengurus visa UK, kita tidak harus datang ke UK Embassy langsung. Mereka sudah menyerahkan ke pihak ketiga bernama VFS Global. Kantornya ya di Plaza Asia Lantai 22 ini. Dan aku liat di sini ada beberapa tempat pengurusan visa negara lain selain visa UK.

Karena kami pergi liburan dengan mengikuti sebuah paket tour, maka pengurusan visa pun dibantu oleh biro tour tersebut. Jadi kami menyerahkan semua persyaratan ke si agen, nanti dia yang akan mengisikan form2 yg diperlukan, kami hanya tinggal tanda tangan. Tapi biro tour juga mau kok bantu orang urus visa, meskipun nantinya orang itu nggak ikut paket tour dari biro tersebut.
Ada untung ruginya bikin visa via biro tour, dibanding dengan mengurus sendiri. Ruginya tentu saja biaya akan lebih mahal, dibanding ngurus visa sendiri. Sedangkan untungnya, selain mengurangi kerepotan, juga akan dibantu melengkapi persyaratan print out tiket dan reservasi hotel. Sebagai informasi, kalo kita mau ngajuin visa Eropa (dan mungkin visa negara lain juga ya), kita harus melampirkan bukti pembelian tiket dan reservasi hotel di negara tujuan. Lha kalo kemudian visa kita ditolak, kan rugi banget tuh kalo kita beneran udah bayar tiket pesawat dan hotel itu. Jadi kalo misalnya kamu akan urus visa sendiri, carilah tiket pesawat dan pesanan hotel yang mau mengembalikan uang jika visa kita ditolak. Tapi jika kita bikin visa dengan bantuan biro tour, urusan tiket pesawat dan hotel itu akan mereka handle, gak tau gimana caranya. Aku sebagai peserta tour belum dikenai biaya apa-apa selain biaya pengurusan visa itu saja. Biaya tour baru kami bayar kira2 2 minggu sebelum keberangkatan, dan biasanya pada waktu itu visa kami sudah bisa dipastikan disetujui.
Kembali ke tempat pengurusan visa UK. Jam 8 pagi tepat, pintu kantor VFS terbuka. Kami masuk sesuai antrian, sekali masuk 2 orang, melewati meja pemeriksaan dulu. Di dalam ada ruangan tunggu lagi. Ada 5 meja pelayanan. Yang 3 meja melayani pemohon visa yang datang mengurus sendiri, mereka mendapat nomor antrian di meja pemeriksaan di depan. Sedangkan kami, para pemohon visa melalui biro tour, dilayani 2 meja lain. Petugas dari biro tour membawa beberapa tas berisi dokumen2, lalu dokumen2 itu dicek validitasnya oleh petugas dari VFS. Lalu satu persatu kami dipanggil untuk tanda tangan dokumen. Di sini ada hal yang sempet bikin aku deg2an. Ternyata foto yang kulampirkan tidak memenuhi persyaratan, katanya wajah aku terlalu besar di situ (ada syarat bahwa porsi wajah itu 70% dari keseluruhan foto). Aku disuruh bikin foto ulang di sebuah ruangan dekat meja pemeriksaan di depan. Bayarnya 40 ribu. Sayangnya aku gak dikasih softcopynya, dan aku lupa pula gak nanyain. Padahal mungkin perlu buat pengurusan visa lain ya..
Setelah dokumen dinyatakan lengkap, kami menunggu lagi. Lalu kami dipanggil satu persatu ke ruangan biometric. Di dalam, kami diambil sidik jarinya, dan difoto lagi. Setelah semua selesai, petugas dari biro tour mempersilakan kami pulang. Tinggal menunggu hasilnya, smoga permohonan visa kami dikabulkan.
Sepulang dari Plaza Asia, kami mampir ke Seven Eleven Mampang, nyari2 makanan pengganjal perut. Jamnya emang nanggung, sekitar jam 09.30 WIB, jadi mau makan berat pun belum bisa. Di sana aku beli hotdog. Dan baru kali ini aku sadar kalo hotdog Sevel ditambah keju cair (yang bisa kita ambil sepuasnya) itu enaakkk banget. Dulu sih udah pernah makan hotdog di sini, tapi kok dulu nggak terlalu terkesan ya. Kalo sekarang ini baru kerasa enaknya. Jadi kapan-kapan pengin ke sini lagi..
Abis dari Sevel, kami pulang ke rumah. Kecuali kakakku yang langsung ke kantor karena nggak ikut program cuti bersama pemerintah. Tadinya aku sempet berencana mau pergi ke Bandung. Tapi setelah menimbang-nimbang, akhirnya kuputuskan aku pergi ke Bandung besok aja deh..

Update Jumat 26 Mei 2011:
Hari Senin kemarin aku dapet SMS dari kakakku, dia udah dapet kabar dari biro travel bahwa 4 permohonan visa kami udah dikabulkan. Tinggal 1 yang belum, yaitu visa kakakku sendiri. Lalu siang tadi, aku ditelpon oleh petugas biro tour yang ngabarin bahwa semua permohonan visa UK kami udah disetujui. Alhamdulillah.. Selanjutnya tinggal pengurusan visa Schengen Countries. Kata si petugas biro tour, berkas permohonan kami akan dimasukkan ke Kedutaan Perancis tanggal 8 Juni mendatang. Untuk proses kali ini, kami nggak perlu datang ke kedutaan, cukup diwakilkan oleh petugas biro tour. Lagi-lagi adalah salah satu keuntungan pengurusan visa melalui biro tour. Lama pengurusan visa Schengen Countries diperkirakan sekitar 2 minggu. Agak lebih lama dari pengurusan visa UK yang sekitar 10 hari (bahkan kurang). Semoga semua lancar, dan kami dapat berangkat sesuai jadwal. Amien :)

Update Jumat 24 Juni 2011:
Akhirnya visa Schengen kami diapprove juga, jam 3 sore. Mepet banget, sempet bikin deg-degan :)